SuaraLampung.id - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed angkat bicara mengenai wacana vaksinasi Covid-19 secara mandiri.
Ketua IDI Bandar Lampung ini menolak jika vaksinasi Covid-19 secara mandiri hanya dijadikan lahan bisnis oleh rumah sakit untuk mengeruk keuntungan.
Menurut Aditya M Biomed, rumah sakit tidak boleh sembarangan dan mengambil keuntungan dari vaksinasi jika memang pemerintah mengizinkannya.
"Kita kecam keras bila itu sampai terjadi, karena di masa pandemi ini tidak boleh menumpuk kekayaan semata dari vaksinasi mandiri," kata dia, Senin (1/2/2021) dilansir dari Antara.
Apalagi, informasi yang didapatkannya sudah ada sejumlah masyarakat yang memesan vaksin untuk melakukan vaksinasi mandiri.
"Saya dengar sudah ada yang inden (menunggu) dan segala macem, artinya nanti hanya orang-orang kaya saja yang boleh vaksinasi, padahal kita ini sedang bertaruh masalah kesehatan," kata dia.
Dia menyarankan, lebih baik masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi agar memakai vaksin yang sudah jelas direkomendasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dijamin kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Secara pribadi, kalau saya kurang setuju, apalagi vaksinasi mandiri itu memakai vaksin Pfizer dan AstraZenecca yang sebenarnya pengetahuan kita belum cukup, teknik dan teknologinya baru, kalau mau ya pakai rekomendasi BPOM yang sudah jelas," kata dia.
Namun, lanjut dia, apabila pemerintah pusat mengizinkan rumah sakit melakukan vaksinasi mandiri dengan vaksin Pfizer dan AstraZenecca, silakan saja tapi apakah berani mengambil resikonya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Siap Tarung di Dunia Kerja: Disnaker Lampung Sebar Pelatihan Vokasi di 33 Titik Strategis
-
Miris! Anak di Way Kanan Dicabuli Selama Enam Tahun
-
Seni, Lari, dan Kuliner: Wajah Baru Pariwisata Lampung dengan Putaran Uang Rp53 Triliun
-
Sopir Truk Asal Balam Pura-Pura Dirampok Saat Tidur, Ternyata Uang Jalan Ludes di Meja Judol
-
7 Jam Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung Terkair Alur Dana PT LEB