Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Senin, 18 Januari 2021 | 09:44 WIB
Ilustrasi kekerasan rumah tangga (visualphotos.com)

SuaraLampung.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami seorang bocah 11 tahun terbongkar oleh seorang pelayan restoran.

Pelayan bernama Flavaine Carvalho curiga melihat perilaku seorang anak saat makan bersama keluarganya. Anak tersebut tidak memesan makanan apapun.  

Dari sinilah kecurigaan Flavaine bermula. Menyadur People, Flavaine bekerja di restoran Mrs. Potato pada saat tahun baru. Kala itu, ada sebuah keluarga yang berkunjung.

Meski begitu, Flavaine merasa aneh karena mereka tidak memesan apa-apa untuk anak 11 tahun tersebut. Ia pun bertanya apakah ada yang salah dengan makanan mereka.

Baca Juga: Pelayan Perempuan Tuai Pujian, Selamatkan Anak Korban KDRT saat Bekerja

Saat itu, si ayah tiri mengatakan bahwa anaknya akan makan di rumah nanti. Namun, Flavaine menyadari keanehan lain.

Selain tidak dipesankan makanan, Flavaine menyadari bahwa ada memar di wajah dan lengan anak laki-laki tersebut. Ia pun memutuskan untuk turun tangan.

Pelayan Perempuan Berhasil Selamatkan Anak Korban KDRT (twitter.com/OrlandoPolice)

"Aku bisa melihat goresan besar di antara alisnya. Beberapa menit kemudian, aku melihat memar di samping matanya. Aku merasa ada yang salah," ungkap pelayan perempuan tersebut. "Aku tidak bisa melihatnya pergi tanpa bantuan."

Agar tidak ketahuan oleh si orangtua, perempuan tersebut menulis "Apakah kamu butuh bantuan?" dalam ukuran besar di atas kertas. Ia kemudian berdiri di belakang orangtua si anak agar tidak terlihat.

Saat si anak membaca kertas tersebut dan mengangguk, Flavaine lekas menghubungi polisi untuk meminta bantuan.

Baca Juga: Viral Curhat Gadis Soal Ayah Tirinya yang Ringan Tangan, Adik Sampai Memar

"Aku sangat khawatir dan tidak tahu harus berbuat apa, bisakah kalian memberiku saran? Anak laki-laki itu memar dan tidak makan," ujar Flavaine saat menelepon polisi.

Load More