- Dedi Rustana Siregar melompat ke laut di Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni pada hari Minggu.
- Basarnas Lampung bersama tim gabungan langsung mengerahkan perahu karet untuk melakukan penyisiran di perairan tersebut.
- Pencarian hari pertama dihentikan sementara dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali pada hari Senin.
SuaraLampung.id - Suasana dini hari di Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni mendadak mencekam. Seorang pria bernama Dedi Rustana Siregar (38), warga Cilegon, Banten, dilaporkan hilang setelah nekat melompat ke laut pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 01.10 WIB.
Aksi nekat tersebut disaksikan langsung oleh adik sepupunya, Eno Sardiono. Berdasarkan keterangan saksi, sesaat setelah kendaraan mereka tiba di dermaga, korban mendadak keluar dari mobil, menerobos pagar pembatas, dan langsung terjun bebas ke perairan gelap Selat Sunda.
Eno langsung melaporkan peristiwa tragis itu ke pihak ASDP, yang kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung. Tim SAR gabungan bergerak cepat ke lokasi kejadian sekitar pukul 06.20 WIB untuk memulai misi pencarian.
Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengonfirmasi bahwa operasi penyisiran langsung digelar sejak pukul 06.40 WIB menggunakan perahu karet (rubber boat).
Baca Juga:Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
Operasi ini melibatkan tim terpadu dari Rescue Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, TNI AL, ASDP, hingga nelayan setempat.
"Kami fokus memantau dan menyisir perairan di sekitar titik korban melompat. Namun hingga pukul 17.15 WIB, hasil pencarian masih nihil," ujar Rezie dalam keterangannya, Minggu petang.
Rezie menambahkan, operasi SAR hari pertama terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan personel dan aktivitas pelayaran kapal yang padat. Pencarian hari kedua dijadwalkan kembali berlanjut pada Senin (12/10) mulai pukul 07.00 WIB.
"Fokus operasi lanjutan adalah pemantauan visual lebih luas serta pengerahan alat utama SAR secara optimal di sekitar alur Pelabuhan Bakauheni," lanjutnya.
Pihak Basarnas mengimbau kepada operator kapal, nelayan, maupun masyarakat yang melihat tanda-tanda keberadaan korban untuk segera melapor melalui Emergency Call Basarnas atau WhatsApp Command Center Basarnas Lampung di nomor 0821-8004-8006.
Baca Juga:Kabur saat Digeledah di Bakauheni, Pria Pembawa Senjata Serbu AR-15 Diciduk di Loteng Ruang Guru