SuaraLampung.id - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung (BPJN) Lampung telah memetakan 39 titik atau ruas jalan nasional yang rawan terjadi longsor menjelang periode mudik Lebaran 2025.
"Kami sudah melakukan persiapan menjelang periode mudik Lebaran 2025, salah satunya dengan memetakan ruas jalan yang menjadi kewenangan kami yang rawan terjadi longsor," ujar Kepala BPJN Lampung Susan Novelia, Kamis (20/3/2025).
Ia mengatakan bahwa pemetaan ruas jalan rawan longsor tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan nasional selama periode mudik Lebaran 2025.
"Inventaris titik rawan longsor ada di ruas Simpang Tanjung Karang-Kilometer 10 rawat terjadi longsor lereng dan bahu, dua titik rawan longsor di ruas Balimbing Kota Agung Timur sebab lokasi banyak jalan tebing," katanya.
Baca Juga:Posko THR Lampung 2025: Lapor Online Lebih Mudah! Ini Kontak Pentingnya
Kemudian ada 18 titik rawan longsor pada ruas jalan Kota Agung-Bengkunat sebab banyak tebing dan jurang alami di bagian kanan kiri badan jalan.
"Lalu ada dua titik di ruas jalan Lintas Barat dengan kondisi jalan di kiri kanan bertebing, kemudian ada tiga titik di ruas jalan Lemong Lintas Barat, ruas jalan Lintas Barat Ruas Kota Liwa- Simpang Gunung Kemala ada lima titik rawan longsor," ucap dia.
Susan melanjutkan bahwa titik rawan longsor juga ada di Lintas Barat Ruas Karya Penggawa, di ruas jalan Krui-Liwa Way Krui ada dua titik rawan longsor.
"Kemudian ruas jalan Krui-Liwa Balik Bukit ada dua titik longsor, ruas jalan Padang Tambak-Batas Kota Liwa, dan dua lokasi longsor karena kontur jalan berlereng di Bukit Kemuning," imbuhnya.
Sedangkan ruas jalan nasional yang rawan mengalami banjir ada di batas Kabupaten Lampung Tengah-Batas Kabupaten Lampung Timur, Simpang Tanjung Karang-Kilometer 10 ada dua titik rawan banjir.
Baca Juga:74 Persen Jalan Nasional Lampung Sudah Mulus! Target Bebas Lubang Sebelum Mudik Lebaran 2025
"Kemudian di Pringsewu karena drainase tertutup, dan jalan di daerah Rajabasa Bandarlampung karena ada box culvert (gorong-gorong) daerah Nyunyai," ujar dia.
Perbaiki Jalan
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung (BPJN) Lampung menargetkan pengerjaan penutupan lubang ruas jalan nasional di wilayahnya selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025.
"Sebagai persiapan untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2025, BPJN Lampung telah mulai melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin pada jalan nasional yang ada di wilayah Provinsi Lampung," ujar Susan Novelia.
Ia mengatakan perbaikan jalan nasional itu dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kondisi jalan tetap baik dan mewujudkan zero pothole, sehingga aman bagi pengguna jalan saat arus mudik ataupun arus balik Lebaran 2025.
"Sejauh ini hingga Senin (17/3/2025) update progres penutupan lubang di seluruh ruas jalan nasional sebesar 74,52 persen, dan ditargetkan penutupan lubang selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri sehingga para pemudik dapat melintasi jalan nasional dengan aman serta nyaman," katanya.
Susan menjelaskan, selain melakukan penutupan lubang di jalan nasional, pihaknya menjelang mudik Lebaran 2025 juga menjalankan program preservasi jembatan.
"Program ini mencakup pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala dan rehabilitasi jembatan guna memastikan kelayakan dan keamanan struktur selama arus mudik dan balik," ucap dia.
Kemudian, BPJN Lampung juga melakukan pemantauan intensif terhadap jembatan yang menjadi jalur utama pemudik, serta menyiapkan langkah-langkah darurat jika diperlukan.
"Dengan penutupan lubang yang ada di ruas jalan lintas barat, lintas timur, lintas tengah atau di jalan-jalan nasional serta pemeliharaan jembatan. Diharapkan dapat memperlancar mobilitas pemudik selama periode Lebaran 2025," tambahnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di daerahnya sebelum periode mudik Lebaran 2025 dapat memanfaatkan anggaran belanja tidak terduga (BTT). (ANTARA)