Cara Petani Sawit Swadaya di Lampung Bertahan tanpa Pupuk Subsidi

Ditambah lagi saat ini petani sawit tidak bisa mendapat pupuk subsidi

Wakos Reza Gautama
Senin, 14 November 2022 | 08:10 WIB
Cara Petani Sawit Swadaya di Lampung Bertahan tanpa Pupuk Subsidi
Seorang petani sedang memanen sawit di Tulang Bawang. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

SuaraLampung.id - Kebijakan Kementerian Pertanian tidak memasukkan sawit sebagai komoditas yang mendapatkan pupuk subsidi membuat para pelaku usaha sawit di Lampung menjerit.

Hujan baru saja berhenti mengguyur Desa Batanghari, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, Senin (24/10/2022) pagi.

Rokani sibuk mengikat alat pemanen sawit berupa sabit yang disambung dengan besi sepanjang 11 meter didesain menjadi tiga pipa besi.

"Besinya bisa disederhanakan menjadi 4 meter, 8 meter maksimalnya 11 meter, fungsinya untuk menyesuaikan tinggi pohon sawit," kata Rokani.

Baca Juga:Semua Rumah Sakit di Bandar Lampung Siap Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19

Setelah selesai menyiapkan peralatan dan makanan untuk bekal bekerja satu hari di kebun, Rokani memacu sepeda motornya melintasi jalan berlumpur yang licin.

"Sepeda motornya seperti ini ala kadarnya, yang penting bisa jalan. Roda harus menyesuaikan medan. Saya tambah keranjang untuk mengangkut sawit dari tengah kebun menuju pinggir jalan," ucap pria 58 tahun itu.

Rokani buruh upahan sawit sedang bersiap berangkat ke kebun sawit di Desa Batanghari, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Senin (24/10/2022) pagi. [Suaralampung.id/Agus Susanto]
Rokani buruh upahan sawit sedang bersiap berangkat ke kebun sawit di Desa Batanghari, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Senin (24/10/2022) pagi. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

Pria yang rambutnya sudah berubah warna itu adalah buruh upahan pemanen buah sawit milik petani swadaya. Setiap satu ton, Rokani diupah Rp250 ribu.

Semakin banyak buah sawit yang dipanen semakin besar pula penghasilan yang ia dapat. Karena itu tanaman sawit yang tingkat kelebatannya maksimal sangat diharapkan Rokani.

"Yang susah kalau yang dipanen buahnya jelek. Sudah capek keliling kebun, dapat rawatannya jelek. Kalo seperti itu paling satu hektare tidak sampai satu ton," terang ayah enam anak tersebut.

Baca Juga:Lihat 2 Anak Tenggelam di Embung Pemanggilan, Pemancing Ikut Tenggelam saat Melakukan Pertolongan

Ditambah lagi saat ini petani sawit tidak bisa mendapat pupuk subsidi. Ini membuat cemas karena akan berdampak pada keberlangsungan pelaku buruh pemanen sawit seperti dirinya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini