"Tepuk tangannya kurang," kata Presiden Jokowi kepada para hadirin di dalam ruangan.
"Merdeka, merdeka, merdeka," teriak Jokowi ditimpali ucapan merdeka oleh hadirin.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyebut konsep gotong royong relevan untuk diterapkan dalam organisasi modern termasuk di PDIP.
"Konsep gotong-royong ini juga sangat relevan untuk organisasi-organisasi modern, setiap unit kerja mempunyai fungsi dan kompetensi masing-masing, tetapi bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, itulah gotong royong. Saya yakin di organisasi partai politik pun juga begitu, sama," ujar Presiden pula.
Baca Juga:Ungkap Kondisi Krisis Global, Jokowi: Kalau Tahu Angka-Angkanya, Ngeri Kita
Menurut Presiden Jokowi, masing-masing kader pasti mempunyai keunggulan masing-masing.
"Ada yang jago di lapangan, kerja lapangan. Ada yang hebat dalam merumuskan strategi, rumuskan strateginya seperti apa. Ada yang kuat di legislatif, ada yang kuat di eksekutif, dan masing-masing bertugas sesuai dengan keunggulannya masing-masing, saling bersinergi untuk satu target yang sama inilah nanti goalnya yaitu kesuksesan besar, kemenangan besar," kata Presiden.
Rakernas II 2021 PDIP dilaksanakan di Sekolah Partai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lenteng Agung, Jakarta pada 21-23 Juni 2022.
Rakernas dilaksanakan dalam rangka konsolidasi internal PDIP, khususnya menghadapi Pemilu 2024.
Dalam pembukaan rakernas tersebut, hadir juga Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dan pejabat terkait lainnya. (ANTARA)