facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penyidikan Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kafe Tokyo Space Ditangani Denpom, Kapenrem tak Mau Beri Penjelasan

Wakos Reza Gautama Sabtu, 11 Juni 2022 | 11:27 WIB

Penyidikan Pembunuhan Prajurit TNI AD di Kafe Tokyo Space Ditangani Denpom, Kapenrem tak Mau Beri Penjelasan
Ilustrasi Kafe Tokyo Space di Bandar Lampung Saat Dipasang Garis Polisi usai pembunuhan prajurit TNI AD. Kapenrem 043/Gatam tak mau memberikan penjelasan mengenai penyidikan kasus pembunuhan prajurit TNI AD di Kafe Tokyo Space. [Lampungpro.co]

Prada Agung Adi Saputra tewas di Kafe Tokyo Space pada 15 Mei 2022 akibat tusukan senjata tajam.

SuaraLampung.id - Kapenrem 043/Gatam Mayor Cpm (K) Eva Yuniar Kamal enggan menjelaskan terkait penyidikan kasus pembunuhan Prajurit TNI AD Prada Agung Adi Saputra. 

Prada Agung Adi Saputra tewas di Kafe Tokyo Space pada 15 Mei 2022 akibat tusukan senjata tajam. 

Awalnya polisi yang menyelidiki kasus ini namun belakangan penyidikan diserahkan ke Denpom II/3 karena pelakunya diduga adalah oknum TNI AD. 

Sayangnya pihak Korem 043/Gatam enggan memberikan penjelasan mengenai kasus yang menewaskan anggotanya ini.

Baca Juga: Prajurit TNI AD Tewas dalam Duel di Seluma, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

Kapenrem 043/Gatam Mayor Cpm (K) Eva Yuniar Kamal mengaku tidak bisa menjelaskan secara jelas perkembangan kasus tersebut saat ini.

Hal itu dikarenakan sudah ada tim khusus yang saat ini bekerja menanganinya.

"Sehingga dalam hal ini, penanganan dari kasus tersebut sudah ada tim yang melaksanakannya yaitu oleh tim investigasi. Dalam pelaksanaan atau perkembangan selanjutnya, rekan-rekan semua harus bersabar, biarkan semua itu diselesaikan oleh tim tersebut," ungkapnya saat diwawancarai, Sabtu (11/6/2022) dikutip dari Saibumi.com--jaringan Suara.com.

Lebih lanjut ia menuturkan, Karena pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan, atau juga tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

"Karena kita memiliki struktur dan garis komando atas, sehingga jawabannya nanti kita bisa mendengarkan langsung dari Pangdam II Sriwijaya," jelasnya.

Baca Juga: 5 Fakta Pembunuhan Sadis Pensiunan RRI Madiun, Dibunuh saat Mau Salat Subuh ke Masjid

Ia pun meminta, untuk memberikan ruang kepada tim investigasi guna bisa melakukan pekerjaannya dengan tenang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait