Dituding Lakukan Penipuan saat Muscab, Ini Tanggapan Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief

Anton Setya Putra melaporkan pengurus Partai Demokrat Lampung dengan delik penipuan

Wakos Reza Gautama
Kamis, 24 Maret 2022 | 13:18 WIB
Dituding Lakukan Penipuan saat Muscab, Ini Tanggapan Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief
Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief menanggapi laporan calon Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Timur Anton Setya Putra. [Saibumi.com]

Ditambahkan Ketua BPOKK DPD Demokrat Lampung Midi Ismanto, PAC yang berhak mengikuti muscab PAC yang SKnya diperpanjang yakni, dalam artian yang aktif, tidak merangkap jabatan dan tidak memberikan dukungan ganda kepada calon calon.

“SK PAC yang masih aktif diperpanjang, sedangkan PAC yang memberi dukungan ganda bahkan tiga kali lipat tidak diperpanjang dan diganti. Sebab, kemungkinan konflik dan menimbulkan masalah,” ujar Midi.

Sementara Tim Kuasa Hukum DPD Partai Demokrat Lampung Agus menyesalkan apa yang dilakukan Anton yang melaporkan Partainya ke Polda Lampung.

“Kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan saudara Anton, terlalu terburu-buru. Jika nantinya Polda Lampung akan melakukan langkah penyelidikan, maka kami akan melakukan upaya hukum,' ujarnya.

Baca Juga:Dijodohkan dengan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024, Agus Harimurti Yudhoyono: Kami Menyambut Baik

Perlu diketahui, sebelumnya, Calon Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Lampung Timur (Lamtim) Anton Setya Putra akan melaporkan penipuan dalam proses Muscab PD Lampung ke Polda Lampung, pada Selasa (22/3/2022) siang.

"Saya sudah mengikuti semua tahapan, memenuhi semua persyaratan pendaftaran, dan telah ditetapkan sebagai calon ketua DPC yang sah," tukas Anton.

Dia mengatakan, sudah memberi Rp25.500.000, ada tanda terimanya, namun sampai penutupan penutupan, Senin (21/3/2022) pukul 23.00 WIB, namun tidak dipanggil, dan tidak mendukung PAC terhadapnya oleh panitia.

"Hari ini, saya bersama pengacara dari Jakarta dan 13 orang lainnya akan melaporkan masalah ini ke Polda Lampung, pidana umum, penipuan," ujarnya.

Menurut Anton, dia sudah mulai ingin "dibegal" dari dukungan PAC.

Baca Juga:Haris Azhar-Fatia Jadi Tersangka, Politisi Partai Demokrat: Jangan Alegri Kritik dan Sebar Ketakutan

Anton yang didukung 18 PAC dari 22 PAC yang ada di DPC Lampung Timur, sehabis penutupan pendaftaran, semua PAC diganti baru dengan menabrak AD ART, aturan, dan kebijakan DPP Partai Demokrat. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini