alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Minyak Goreng Naik, Pemprov Lampung hanya Ambil Langkah Pemantauan

Wakos Reza Gautama Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:03 WIB

Harga Minyak Goreng Naik, Pemprov Lampung hanya Ambil Langkah Pemantauan
Ilustrasi minyak goreng. Pemprov Lampung pantau harga minyak goreng. [Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry]

harga minyak goreng terus melambung tinggi di Lampung

SuaraLampung.id - Harga minyak goreng di pasaran terus merambat naik. Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan akan terus melakukan pemantauan harga minyak goreng di pasaran.

Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi mengakui harga minyak goreng terus melambung tinggi. 

Penyebabnya, kata dia, karena harga minyak sawit mentah sebagai bahan baku utama minyak goreng naik.

Dia menjelaskan, dengan adanya kenaikan tersebut pihaknya akan terus berupaya untuk memantau stabilitas harga minyak goreng di pasaran.

Baca Juga: Walhi Soroti Perda RTRW Bandar Lampung yang Tidak Pro Lingkungan Hidup

"Kita akan terus bekerjasama dengan produsen minyak goreng di Lampung untuk bersama-sama memantau perkembangan harga, guna menjaga stabilitas harga," katanya, Sabtu (15/1/2022) dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan, karena tingginya harga minyak goreng tersebut pemerintah pusat dan daerah telah berkoordinasi untuk menstabilkan harga dengan melaksanakan operasi pasar minyak goreng.

"Jadi memang Kementerian Perdagangan telah menitipkan minyak goreng kemasan kepada daerah untuk kembali menstabilkan harga minyak di pasaran," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan operasi pasar yang menjual minyak goreng dalam kemasan seharga Rp14.000 per liter tersebut bukan pertama kali dilakukan.

Sebelumnya pada akhir Desember 2021 telah ada 5.000 liter minyak goreng yang di salurkan melalui skema operasi pasar dari total kuota bagi Lampung sebanyak 43.000 liter pada tahap pertama.

Baca Juga: Sakit Hati tak Izin saat Pemakaman, Penjaga Makam di Tulang Bawang Coba Bunuh Tetangga Sendiri

"Memang saat ini beberapa komoditas pertanian dan perkebunan tengah mengalami peningkatan harga, jadi berpengaruh kepada sejumlah produk turunan, tapi diharapkan untuk minyak goreng ini bisa dalam beberapa bulan harganya turun ke harga normal," katanya lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait