alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bandar Lampung Belum Laksanakan Vaksinasi Booster, Ini Alasannya

Wakos Reza Gautama Jum'at, 14 Januari 2022 | 08:35 WIB

Bandar Lampung Belum Laksanakan Vaksinasi Booster, Ini Alasannya
Ilustrasi vaksinasi booster COVID-19. Bandar Lampung belum laksanakan vaksinasi booster. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

pelaksanaan vaksinasi booster atau penguat di Bandar Lampung masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

SuaraLampung.id - Pelaksanaan vaksinasi booster di Bandar Lampung masih menunggu instruksi pemerintah pusat. Saat ini Pemerintah Kota Bandar Lampung masih fokus pada percepatan vaksinasi lansia. 

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster atau penguat masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

"Kita akan lakukan booster tapi tunggu perintah dari pemerintah pusat dahulu," kata dia, Kamis (13/1/2022) dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan saat ini pemkot sedang fokus melakukan percepatan vaksinasi terhadap orang dengan lanjut usia (lansia) yang belum mencapai target dari yang telah ditentukan.

Baca Juga: Dikurung 8 Hari di Ruang Kanit Reskrim Polsek Tanjungkarang Barat tanpa Status Hukum, Sopir Ekspedisi Kencing di Botol

"Kita sedang lakukan vaksinasi lansia, ini dulu yang kita fokuskan. Jadi booster belum dilakukan tapi kalau sudah ada surat perintah kami akan jalankan," ujarnya.

Wali Kota meminta kepada camat, dan lurah agar bisa turun ke lapangan guna memberikan pengertian kepada masyarakat sehingga mereka mau divaksinasi.

"Saya ingin yang belum divaksinasi dibujuk, diberikan edukasi sehingga semua warga di Bandarlampung tervaksinasi semua," kata dia.

Berdasarkan, data dari laman vaksin.kemkes.go.id pada, Kamis, total jumlah lansia yang telah tervaksinasi di Bandarlampung berjumlah 54.249 orang atau 57.99 persen dari target provinsi sebanyak 717.971.

Sedangkan, berdasarkan data Bappeda Lampung terakhir, kasus konfirmasi positif COVID-19 di Bandarlampung berjumlah 11.374 dengan rincian pasien sembuh sebanyak 10.576 dan kasus kematian 798. (ANTARA)

Baca Juga: Selundupkan Ganja ke Lapas Rajabasa, Tukang Ojek Masukkan Ganja ke dalam Sotong

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait