alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sakit Hati Diejek, Residivis Ajak 3 Anak di Bawah Umur Habisi Nyawa Wanita

Wakos Reza Gautama Selasa, 30 November 2021 | 16:16 WIB

Sakit Hati Diejek, Residivis Ajak 3 Anak di Bawah Umur Habisi Nyawa Wanita
ILUSTRASI garis polisi. Polisi tangkap empat tersangka pembunuhan wanita di Lampung Tengah. [ANTARA/HO]

Polisi menangkap empat tersangka yang terlibat pembunuhan Margiyati di Lampung Tengah

SuaraLampung.id - Pembunuhan seorang wanita di Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, terungkap dalam waktu 24 jam. 

Polisi menangkap empat tersangka yang terlibat pembunuhan Margiyati (30), warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung Lampung Tengah, Senin (29/11/2021).

Par tersangka pembunuhan Margiyati ialah Sanjaya (21) dan tiga anak di bawah umur yaitu RD (13), MF (14) dan AA (15). 

Otak dari pembunuhan ini ialah Sanjaya, seorang residivis kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang baru bebas dari penjara.  

Baca Juga: Buronan Kasus Mutilasi Driver Ojol Ditangkap di Tambun Bekasi

"Hanya dalam kurun waktu 24 TIM TEKAB 308, yang di Back up oleh Jatanras Polda Lampung, berhasil menggulung para pelaku," jelas Kabag Ops Polres Lampung Tengah AKP Dennys, Selasa (30/11/2021) dikutip dari Saibumi.com--jaringan Suara.com.

Cerita tragis tersebut bemula saat beberapa hari lalu, korban dan pelaku bertemu di acara pentas seni kuda lumping, namun saat itu pelaku sakit hati kepada korban karena sering diolok-olok.

Sanjaya lalu mengajak tiga rekannya untuk merencanakan melampiaskan niat jahatnya.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas, mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut dipicu oleh rasa sakit Sanjaya terhadap korban, karena sering diolok-olok.

"Korban menanyakan kepada pelaku, tentang kondisi keluarganya. Oleh pelaku dijawab bahwa ayah ibunya sudah cerai. Saat itu juga korban mengatakan artinya kamu anak lonte. Ungkapan itulah yang semakin mengakibatkan rasa sakit hati pelaku SJ," jelasnya.

Baca Juga: Buronan Kasus Mutilasi Dibekuk Polisi

Sebelum peristiwa pembunuhan pelaku dan korban berboncengan dengan pelaku. Saat mengeksekusi korban selai menggunakan senjata tajam, juga menggunakan dasi uniform SLTP.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait