facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

2 Ribuan Warga Tulang Bawang Barat Terpapar Narkoba

Wakos Reza Gautama Jum'at, 26 November 2021 | 17:30 WIB

2 Ribuan Warga Tulang Bawang Barat Terpapar Narkoba
Ilustrasi pemakai narkoba / sabu-sabu. Sebanyak 2 ribuan warga Tulang Bawang Barat terpapar narkoba. [shutterstock]

Warga Tulang Bawang Barat yang terpapar narkoba ini berasal dari semua kalangan

SuaraLampung.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung menyatakan sebanyak 2.474 warga Tulang Bawang Barat terpapar narkotika dan obat terlarang (narkoba).

Warga Tulang Bawang Barat yang terpapar narkoba ini berasal dari semua kalangan. Mulai dari pelajar, swasta dan aparatur sipil negara (ASN). 

Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Edi Suwasono mengemukakan penyebab tingginya angka pengguna narkoba di Tulang Bawang Barat. 

Menurut Edi, faktor ekonomi yang maju di Tulang Bawang Barat menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengguna narkoba. 

Baca Juga: Roro Fitria Akui Cobaan Terberat Saat Tahu Ibu Meninggal di Penjara

"Kenapa tingkatan pemakai di Tulangbawang Barat ini tercatat sampai segitu, karena di Tulangbawang Barat ini tingkat ekonominya sangat luar biasa maju," kata Edi Suwasono, di Taman Kebaikan Kompleks Uluan Nughik Panaragan, Tulang Bawang Barat, Kamis (25/11/2021) dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
 
Dia menjelaskan estimase permintaan narkoba jenis sabu di Tulang Bawang Barat dihitung dengan jumlah korban 2.474 orang dengan pemakaian satu gram maka sama dengan 2,4 kg. Sedangkan 1 gram harganya Rp1 juta, sehingga diprediksi Rp2,4 miliar kerugian materil.

“Kita mesti serius memberantas narkoba kalau tidak hancur generasi selanjutnya. Jahatnya narkoba bukan hanya merusak dirinya sendiri, efek sosialnya yang paling banyak. Contohnya, maling, menipu, merusak rumah tangga, keluarga, dan narkoba itu susah diberantas karena profitnya luar biasa," kata Edi Suwasono.
 
Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, menilai peredaran narkoba di Lampung cukup memprihatinkan.Oleh karena itu, perlu cara dan strategi  baru sehingga dapat menekan peredaran narkoba secara cepat dan tepat.

“Kalau kita perang dengan agen narkoba pasti kalah dengan jumlah agen yang ribuan. Apalagi semakin hari semakin meningkat. Sebab untuk menjadi kurir narkoba saja tidak perlu pendidikan yang lama, bila dibandingkan masuk pendidikan polisi,yang memerlukan waktu dua sampai tiga tahun belajar,” kata Umar Ahmad.

Dia berpendapat perlu cara baru menanganinya. "Sampai kiamat juga tidak akan selesai urusan narkoba di negara kita kalau pergerakan hanya itu-itu saja. Kita perlu percepatan, perlu strategi yang tepat untuk menekan dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia,” kata Umar.

Pada kesempatan tersebut bupati juga menyerahkan tanah hibah seluas 3.000 meter untuk kantor BNN di Tulangbawang Barat. Harapannya, dapat meretas peredaran narkoba secara cepat dan tepat terutama di Tulangbawang Barat.

Baca Juga: 2.356 Tersangka Narkoba Ditangkap Polda Lampung dan Jajaran Sepanjang 2021

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait