Jenderal Andika Perkasa adalah anak ke-4 dari delapan bersaudara yang semuanya laki-laki.
Kolonel (Purn) FX Sunarto, ayah Andika Perkasa, merupakan lulusan Akmil 1957 dari Korps Zeni. Menurut Selamat Ginting ketika itu tidak banyak yang bisa masuk Akademi Zeni Angkatan Darat.
Orang yang diterima di Akademi Zeni Angkatan Darat adalah orang yang memiliki IQ minimal 115. Jika memakai standar IQ saat ini adalah 130 an.
Menurut Selamat Ginting, orang yang masuk Akademi Zeni Angkatan Darat saat itu kualitasnya setara ITB. "Fisiknya infanteri, otaknya zeni," ujar Selamat Ginting.
Baca Juga:Rabu Besok, Presiden Jokowi akan Lantik Panglima TNI dan KSAD
Di tahun masuknya FX Sunarto ke Akademi Zeni Angkatan Darat ada 35 orang. Namun yang lulus di tahun 1957 hanya 17 orang. Salah satunya adalah FX Sunarto. Sementara sisanya baru bisa lulus tahun berikutnya.
Andika Perkasa dibesarkan di kstarian I Berlan, Matraman, Jakarta Timur. Ayahnya, kata Selamat Ginting, terkenal sebagai kolonel bersahaja.
"Kolonel tidak punya kendaraan pribadi hanya kendaraan dinas saat bertugas," ujar Selamat Ginting. Dari ayahnya lah, darah militer turun ke Andika Perkasa.
"Bakat arsitek Andika yang senang membangun di Mabes AD itu juga darah dari sang ayah. Ilmu intelijen dari ayah mertuanya. Lengkap nih Andika," ucap dia.
Menurut Selamat Ginting, Andika Perkasa adalah sosok yang pintar. Ini terbukti ketika ia menjadi lulusan terbaik Seskoad 1999/2000.
Baca Juga:Soal Isu Hadi Masuk Kabinet, PPP: Percuma Dorong Figur, Jokowi Punya Pertimbangan Sendiri
Saat di Seskoad, Andika mengalahkan dua lulusan terbaik Akmil tahun 1986 Hinsa Siburian dan Akmil 1987 Herindra. "Artinya Andika punya modal pintar," ujar Selamat Ginting.