Menurut Benny, seorang komandan itu salah satu tugasnya menjaga keselamatan anak buah. Kalau pada jarak seratus meter sudah ditembak, berarti kita salah. Tapi kalau tinggal dua meter, tidak ada jalan lain. Menembak untuk membela diri kok. Itu bisa dilihat dari yang meninggal. Bekas tembakanya itu membuktikan bahwa jarak itu sudah dekat,” jelas Benny.
Bagi Beny Moerdani, peristiwa Tanjung Priok adalah sebuah mob sehingga harus diambil tindakan tegas.
“Itulah perbedaan mob dengan crowd. Kalau crowd masih bisa dikontrol. Sedang mob tidak. Bagaimana itu terjadi? Ya bagaimana memotivasi atau mengipas, memanasi orang-orang itu. Juga kondisi-kondisi yang melatarbelakanginya,” ujar Benny Moerdani.
Bagi Benny Moerdani, peristiwa Tanjung Priok bukan peristiwa keagamaan dan kegiatan yang menyangkut kepentingan hidup beragama.
Baca Juga:Tawarkan Gadis Belia, 2 Muncikari Dibekuk Polres Pelabuhan Tanjung Priok
Kejadian tersebut menurut Benny, merupakan peristiwa dimana emosi umat beragama dan forum-forum beragama dimanfaatkan atau disalahgunakan untuk tujuan lain.
“Hasutan yang memancing emosi umat beragama dapat berhasil karena penghasutnya berlindung di balik ajaran agama,” ucap Benny Moerdani.