alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Lampung Tambah 24 Jiwa

Erick Tanjung Minggu, 29 Agustus 2021 | 21:35 WIB

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Lampung Tambah 24 Jiwa
Ilustrasi--Pemakaman jenazah pasien Covid-19 (Suara.com/Novian Ardiansyah)

"Kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 24 orang yang tersebar di sejumlah wilayah di provinsi ini," kata Reihana.

SuaraLampung.id - Dinas Kesehatan Lampung mencatat penambahan 24 kasus kematian akibat Covid-19, sehingga jumlah keseluruhan pasien meninggal dunia karena terpapar virus corona berjumlah 3.519 orang.

"Kasus kematian akibat Covid-19 bertambah 24 orang yang tersebar di sejumlah wilayah di provinsi ini," kata Kepala Dinkes Lampung, Reihana, di Bandarlampung, Minggu (29/8/2021).

Dia menyebutkan daerah yang memiliki kasus kematian tersebut, yaitu Kabupaten Pesisir Barat satu orang, Pesawaran satu orang, Pringsewu tiga orang, dan Lampung Tengah tujuh orang. Kemudian Waykanan satu orang, Lampung Barat satu orang, Lampung Timur 4 orang, Mesuji satu orang, Lampung Utara satu orang dan Kota Bandarlampung empat orang.

Kadinkes juga mengatakan selain terdapat kasus kematian, pasien positif Covid-19 di Lampung juga mengalami penambahan sebanyak 163 orang.

Baca Juga: Data Kasus Covid-19 Diskominfo Sambas Disorot, Warga Cium Kejanggalan

"Dengan penambahan 163 pasien ini total kasus positif Covid-19 di Lampung hingga kini mencapai 46.314 orang," ujar dia.

Dia mengyebutkan, daerah penyumbang kasus harian tersebut, yakni Bandarlampung 38 kasus, Metro 12 kasus, Kabupaten Mesuji tiga kasus, Tanggamus tujuh kasus, dan Lampung Timur 15 kasus. Lalu Lampung Barat delapan kasus, Lampung Selatan 15 kasus, Waykanan delapan kasus, Lampung Utara tujuh kasus, Lamaung Tengah 17 kasus, Pringsewu 22 kasus dan Pesawaran 11 kasus.

"Sementara itu untuk pasien sembuh dari Covid-19 hingga kini berjumlah 39.139 setelah 321 orang dinyatakan selesai isolasi," kata dia.

Dinkes juga sedang mengawasi 219 pasien suspek dengan rincian 41 pasien kasus suspek baru dan 178 kasus lama, sementara pasien dengan status probable yang sedang diawasi sebanyak 371 orang, tambah Reihana. (Antara)

Baca Juga: PPKM di Bandarlampung Diklaim Turunkan Mobilitas Warga hingga 25 Persen

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait