"Memang secara harfiah perkataannya tampak kasar dan arogan. Tetapi kalau dilihat bentuk kalimat itu adalah istilah/ungkapan yang tidak tendensius untuk isu SARA," kata Tony.
Menurut Tony Wijaya, Ahok juga sering melakukan gaya komunikai seperti itu tapi justru di puja puji media dan pendukungnya.
Namun kata Tony, sebagai gubernur dan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, memang sebaiknya dihindari perkataan yang kontradiktif seperti ini.
"Sebaiknya lebih elegan," kata dia.
Baca Juga:PTM Jadi Polemik Gubernur Lampung dengan Mendikbud Ristek, Ini Kata Sekda Lampung
Bukan kali ini saja Arinal emosi di depan publik. Ada beberapa kasus lain dimana Arinal marah-marah. Sasarannya kebanyakan adalah wartawan.
Menurut Tony Wijaya, gaya komunikasi Arinal adalah gaya yang agresif.
"Saya melihatnya pertama adalah karakter pribadi beliau yang terbuka dan berkata apa adanya. Gaya seperti ini lazim buat orang Sumatera," ujar Tony.
Namun gaya komunikasi seperti ini sering disalahartikan dengan kasar padahal itu adalah gaya pribadinya.
"Tapi kembali ya pejabat publik punya panduan moral dan etika yang lebih ketat karena pelayan masyarakat dan digaji rakyat," tutup Tony.
Baca Juga:Jawab Nadiem Makarim Soal Larangan PTM, Pemkab Way Kanan: Kami Lebih Tahu dari Pusat