Jenazah Ihsan Korban Sriwijaya Air Dipulangkan di Hari Ngunduh Mantu

Ihsan dan istrinya menumpangi pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:41 WIB
Jenazah Ihsan Korban Sriwijaya Air Dipulangkan di Hari Ngunduh Mantu
Kantong mayat dan puing pesawat Sriwijaya Air yang ditemukan petugas gabungan. (Suara.com/Arga)

"Ihsan sudah teridentifikasi. Namun kemungkinan jasad tidak utuh. Untuk istrinya Putri Wahyuni hingga kini masih belum teridentifikasi," kata Nasir.

Ia berharap tidak ada halangan dalam proses pemulangan jenazah sang anak dan identifikasi sang menantu. Ia pun menyadari, tim pencarian sedang bekerja keras di lapangan.

"Saat ini masih terus dirapatkan apakah proses pencarian akan terus dilanjutkan atau tidak. Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, tim pencarian sudah bekerja keras tapi sulit," ujarnya.

36 kantong mayat isi potongan tubuh korban dan satu kantong serpihan pesawat Sriwijaya Air ditemukan petugas. (Suara.com/Arga)
36 kantong mayat isi potongan tubuh korban dan satu kantong serpihan pesawat Sriwijaya Air ditemukan petugas. (Suara.com/Arga)

Pihak keluarga, lanjut Nasir, mengapresiasi Pemerintah Kota Pontianak, maskapai Sriwijaya Air, dan Jasa Raharja. 

Baca Juga:Daftar Nama 12 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Berhasil Diidentifikasi

"Jasa Raharja sudah memberikan santunan bagi korban atas nama Yohanes Suherdi, Supriyanto, Riko dan Ihsan Adhlan Hakim. Dari ke empat korban tersebut ada yang ahli warisnya berada di Jakarta yakni Riko. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Jakarta," tutur Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat, Regy S Wijaya usai memberikan santunan.

Bagi keempat korban tersebut, sambung dia, telah diserahkan santunan masing-masing Rp50 juta. Proses pendataan korban pun saat ini terus dilakukan.

"Secara keseluruhan ada 58 korban. Untuk di Provinsi Kalimantan Barat ada 20 ahli waris dan dua masih belum teridentifikasi. Enam diantaranya sudah diberikan santunan. Dua yang asal NTT juga masih terus diselidiki oleh pihak terkait," tutupnya.

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jenis Boeing 737-500 ini hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. 

Sebelum berangkat, pesawat ini sempat mengalami delay dari jadwal seharusnya karena faktor cuaca.

Baca Juga:12 Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Polri Terus Bekerja

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini