Di pertempuran Aru itu, Indonesia harus kehilangan salah satu perwira terbaiknya yaitu Komodor Yos Sudarso.
Yos Sudarso dinobatkan sebagai pahlawan nasional atas keberaniannya melawan kapal perang Belanda di Laut Aru.
Menurut Tessy, dirinya hampir saja menjadi prajurit yang ikut di KRI Macan Tutul sebelum pertempuran terjadi.
Namun saat itu Tessy mengaku dirinya datang terlambat tiga menit sehingga ditinggal berlayar oleh KRI Macan Tutul.
Baca Juga:Intip Aksi Latihan Tempur Marinir di Papua Barat
"Kalau ga terlambat 3 menit ikut di kapalnya Yos Sudarso," ucap Tessy.