Wakos Reza Gautama
Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB
Warga Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, digegerkan dengan peristiwa seorang pemuda yang diduga membacok ayah kandungnya sendiri menggunakan golok. Korban mengalami luka bacok di bagian pelipis kanan setelah sempat diserang saat berada di dapur rumahnya. [Dok Humas Polres Pringsewu]
Baca 10 detik
  • Sujeri menyerang ayahnya, Muhtadi, menggunakan golok di dapur rumah mereka di Pringsewu, Sabtu (31/10/2026).
  • Korban selamat setelah dilarikan ke rumah sakit karena intervensi istri dan kepungan warga yang melumpuhkan pelaku.
  • Pelaku yang mengalami depresi berat kini dievakuasi polisi ke rumah sakit jiwa untuk observasi medis lanjutan.

SuaraLampung.id - Pagi yang tenang di Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, mendadak berubah menjadi petaka berdarah, Sabtu (31/10/2026).

Seorang ayah, Muhtadi (54), nyaris kehilangan nyawa setelah diserang secara membabi buta oleh anak kandungnya sendiri, Sujeri (24), menggunakan sebilah golok.

Peristiwa mengerikan yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu berlangsung cepat di ruang dapur. Saat itu, korban tengah berjongkok mengasah pisau.

Tanpa ada suara mencurigakan, Muhtadi tiba-tiba merasakan permukaan benda dingin dan tajam menempel di leher bagian belakangnya.

Firasat buruk membuatnya refleks menoleh. Namun nahas, belum sempat menyadari apa yang terjadi, tebasan golok dari sang anak sudah melayang dan menghantam pelipis kanan wajahnya hingga bersimbah darah.

Kapolsek Pardasuka, Iptu Bastari Suprianto, mengonfirmasi detik-detik mencekam tersebut.

"Ketika menoleh ke belakang, korban mendapati sebilah golok sudah dipegang anaknya. Seketika itu juga terduga pelaku mengayunkan golok ke arah wajah korban," ungkap Bastari saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).

Nyawa korban terselamatkan berkat kesigapan sang istri. Menyaksikan suaminya diserang di depan mata, ia langsung berhamburan menghalangi aksi brutal sang anak sambil berteriak histeris meminta pertolongan.

Teriakan itu memecah keheningan desa, memicu warga sekitar segera berdatangan dan mengepung pelaku hingga berhasil dilumpuhkan.

Baca Juga: Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308

Muhtadi yang terluka parah langsung dilarikan ke RS Mitra Husada Pringsewu. Beruntung, luka bacok di pelipisnya berhasil ditangani tim medis dan korban kini telah diperbolehkan menjalani rawat jalan di rumah.

Sementara itu, pihak kepolisian mengamankan barang bukti sebilah golok dan langsung mengevakuasi Sujeri ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Bandar Lampung guna observasi medis.

Polisi mengungkapkan, perubahan perilaku Sujeri sebenarnya telah memicu kekhawatiran sejak Agustus 2026. Pemuda 24 tahun itu kerap mengurung diri di kamar, jarang berinteraksi, dan menunjukkan indikasi depresi berat.

Kondisinya kian memburuk saat ia sempat terlibat dugaan percobaan pencurian sepeda motor pada pertengahan Oktober lalu, yang kala itu masih diselesaikan secara kekeluargaan melalui rembuk desa.

Aparat kepolisian bahkan sempat mencium bahaya laten tersebut. Petugas Bhabinkamtibmas setempat diakui telah mendesak pihak keluarga agar membawa pelaku berobat ke fasilitas kejiwaan. Sayangnya, intervensi medis belum sempat dilakukan hingga tragedi ini terlanjur meletus.

"Kami sebelumnya sudah menyarankan agar yang bersangkutan segera dibawa berobat. Namun, belum sempat terlaksana, peristiwa pembacokan ini lebih dahulu terjadi," sesal Bastari.

Load More