Wakos Reza Gautama
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:46 WIB
Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun asal Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang dilaporkan hilang kontak selama sepekan akhirnya ditemukan di wilayah Kabupaten Pesawaran. [Dok Humas Polres Pringsewu]
Baca 10 detik
  • Polres Pringsewu menemukan RFA, siswi SMP yang hilang selama seminggu, di Kabupaten Pesawaran pada Jumat (16/10/2026).
  • Korban kabur dari rumah pada 9 Oktober 2026 akibat sakit hati setelah dimarahi oleh kerabatnya sendiri.
  • Polisi berhasil mengamankan korban dalam kondisi selamat dan menyerahkannya kembali kepada pihak keluarga di Mapolres Pringsewu.

SuaraLampung.id - Pelarian RFA, seorang siswi kelas II SMP berusia 13 tahun asal Kabupaten Pringsewu, akhirnya berakhir melegakan. Sempat menghilang tanpa jejak selama tujuh hari, remaja belia ini berhasil ditemukan oleh jajaran Satreskrim Polres Pringsewu di wilayah Kabupaten Pesawaran, hanya beberapa jam setelah laporan resmi masuk ke meja polisi.

RFA ditemukan petugas bersama seorang rekannya di kawasan belakang Pasar Minggu, Kecamatan Gedongtataan, Jumat malam (16/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Drama hilangnya gadis di bawah umur ini bermula pada Jumat petang, 9 Oktober 2026. Merasa sakit hati seusai dimarahi oleh kerabatnya, RFA diam-diam menghubungi seorang teman untuk menjemputnya. Sejak langkah kakinya meninggalkan rumah petang itu, pihak keluarga putus kontak sama sekali.

Selama sepekan lamanya, pihak keluarga dilanda kecemasan hebat sembari berupaya menyisir informasi mandiri. Puncaknya, Sutopo (56), perwakilan keluarga yang sudah kehabisan akal, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pringsewu pada Jumat sore (16/10/2026) pukul 16.30 WIB untuk membuat laporan orang hilang.

Respons kepolisian patut diacungi jempol. Begitu laporan teregister, tim gabungan Polres Pringsewu langsung bergerak cepat melacak jejak digital dan mengumpulkan kesaksian para saksi. Tak sampai lima jam berselang, titik koordinat keberadaan korban di wilayah kabupaten tetangga langsung terendus.

Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Sudirman, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, mengonfirmasi penemuan siswi tersebut dalam kondisi selamat dan sehat.

"Setelah mengidentifikasi titik kumpul korban di Gedongtataan, tim bersama perwakilan keluarga langsung meluncur ke lokasi. RFA kami dapati sedang berada di belakang pasar bersama rekannya. Korban langsung kami amankan ke Mapolres Pringsewu untuk ditenangkan sebelum kami serahkan kembali secara utuh ke pangkuan keluarganya," ujar AKP Sudirman, Sabtu (17/10/2026).

Rasa haru dan syukur tak terbendung dari pihak keluarga saat menjemput RFA di kantor polisi. Sutopo tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Polres Pringsewu yang bergerak kilat mengakhiri mimpi buruk keluarganya selama sepekan terakhir.

Peristiwa ini menjadi alarm sosial sekaligus pelajaran berharga bagi para orang tua dan pengasuh anak di era modern.

Baca Juga: Apes! Asyik Ngengkol Motor Curian yang Mogok, Pria di Pringsewu Nyaris Babak Belur Dihakimi Massa

Konflik verbal atau teguran keras di lingkup domestik rentan memicu aksi nekat anak remaja yang emosinya masih labil.

"Kasus ini mengingatkan kita semua akan krusialnya pola asuh dan komunikasi dua arah. Remaja membutuhkan ruang bicara yang aman untuk meluapkan perasaannya. Jika ada perselisihan di rumah, utamakan dialog yang merangkul agar anak tidak mencari pelarian yang justru bisa membahayakan masa depannya," imbau AKP Sudirman.

Load More