Wakos Reza Gautama
Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi Pembunuhan. Pria berinisial HT membunuh penagih utang bernama Surya Zainal di Lampung Barat pada 6 Oktober 2026. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pria berinisial HT membunuh penagih utang bernama Surya Zainal di Lampung Barat pada 6 Oktober 2026.
  • Pembunuhan terjadi karena pelaku emosi setelah penolakannya atas pembayaran sebagian utang memicu perdebatan panjang.
  • Pelaku yang gagal bunuh diri akhirnya menyerahkan diri ke Pospol Way Tenong dengan pakaian berlumuran darah.

SuaraLampung.id - Perselisihan pelunasan utang di Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, berakhir dengan pertumpahan darah yang tragis.

Seorang pria berinisial HT nekat menghabisi nyawa penagih angsuran dengan sebilah golok, sempat mencoba bunuh diri namun gagal, hingga akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi dengan pakaian berlumuran darah.

Korban tewas diketahui bernama Surya Zainal (54), seorang wiraswasta asal Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Tragedi maut ini bermula pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku yang baru saja pulang menawarkan kebunnya untuk dijual di kawasan Sekincau mendapati korban sudah berdiri mengetuk pintu rumahnya. Kedatangan korban adalah untuk menagih kewajiban angsuran yang menunggak atas nama istri pelaku.

Situasi mulai tegang ketika pelaku menjelaskan bahwa sang istri sedang tidak ada di rumah. Berniat meredam situasi, pelaku sempat menyodorkan uang tunai sebesar Rp500.000 sebagai itikad baik dan meminta korban pulang.

Namun, uang tersebut ditolak mentah-mentah oleh korban yang bersikukuh menagih pembayaran penuh. Perdebatan alot berlangsung berjam-jam hingga malam tiba.

Pelaku sempat berkilah dan menantang korban untuk membawa persoalan utang-piutang itu ke ranah perdata melalui jalur kepolisian. Namun, desakan korban yang terus bertahan di lokasi membuat emosi pelaku memuncak.

Puncaknya sekitar pukul 20.00 WIB, pelaku yang sudah gelap mata masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah golok sepanjang 42 sentimeter.

Tanpa ampun, pelaku menghampiri dan menebas leher korban berulang kali hingga pria paruh baya itu tumbang bersimbah darah di lokasi kejadian.

Baca Juga: Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Menyadari korban telah meregang nyawa, kepanikan luar biasa melanda pelaku. Ia langsung berlari ke kebun belakang rumahnya dan nekat mencoba mengakhiri hidup dengan seutas tali gantungan. Namun, maut belum menjemputnya. Tali yang digunakan terputus karena tak kuat menahan beban tubuhnya.

Gagal bunuh diri, pelaku lantas mendatangi rumah keponakannya, Asminudin, untuk meminta diantarkan ke kantor polisi.

Sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku secara mengejutkan melangkah masuk ke Pos Polisi (Pospol) Way Tenong, Polsek Sumber Jaya, dan mengaku telah melakukan pembunuhan.

Mendapati pengakuan tersebut, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Lampung Barat bersama personel Polsek Sumber Jaya langsung bergerak cepat mengamankan tersangka ke mapolres dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain sebilah golok sepanjang 42 sentimeter dengan sisa bercak darah kering pada mata pisaunya, satu sarung kayu golok, serta pakaian dan jaket milik korban.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Samsu Wirman, memastikan kasus pembunuhan ini ditangani secara profesional dan menyeluruh.

Load More