- Dinas Kesehatan Bandar Lampung memperketat uji kelayakan air tanah untuk mencegah krisis air bersih dan penyakit lingkungan pada Kamis, 1 Oktober 2026.
- Petugas puskesmas diterjunkan menyisir permukiman membawa sanitary kit guna mengambil sampel air secara acak untuk mendeteksi bakteriologis secara cepat.
- Pemerintah mengimbau warga segera menghentikan penggunaan jika hasil laboratorium menunjukkan air tidak memenuhi syarat kesehatan guna menghindari penularan penyakit.
SuaraLampung.id - Ancaman krisis air bersih mulai membayangi warga Kota Bandar Lampung seiring menyusutnya debit air tanah akibat musim kemarau.
Merespons potensi bahaya kesehatan lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bergerak cepat memperketat uji kelayakan air tanah yang dikonsumsi masyarakat.
Dinas Kesehatan (Diskes) Bandar Lampung menyoroti kerentanan sumur-sumur dangkal dan pompa air milik warga yang debitnya kian menipis. Kondisi ini dinilai memicu peningkatan konsentrasi bakteri dan zat pencemar lain pada sumber air harian warga.
"Musim kemarau membuat sumber air tanah dangkal mengalami kekeringan drastis. Padahal, sumur-sumur inilah yang masih menjadi tumpuan utama kebutuhan sehari-hari warga," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, Kamis (1/10/2026).
Guna mengantisipasi lonjakan penyakit berbasis lingkungan, Dinkes menerjunkan tenaga kesehatan lingkungan dari setiap puskesmas.
Berbekal sanitary kit, petugas menyisir pemukiman dan mengambil sampel air secara acak untuk menguji parameter bakteriologis secara langsung.
"Metode sampling ini memungkinkan kami mendeteksi dini kelayakan air di suatu wilayah secara cepat dan akurat, tanpa harus memeriksa sumur satu per satu," jelasnya.
Muhtadi juga meluruskan anggapan keliru di tengah masyarakat yang menilai air tercemar otomatis aman setelah direbus.
Menurutnya, air tanah yang sudah terkontaminasi bakteri patogen tetap membawa ancaman serius, terutama jika digunakan untuk keperluan dapur non-konsumsi langsung.
Baca Juga: Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
"Bakteri patogen memang mati saat air mendidih. Namun, masalah besarnya muncul jika air tercemar itu digunakan mentah-mentah untuk mencuci sayuran, buah, atau peralatan makan. Kontaminasi silang tetap bisa terjadi dan berisiko menularkan penyakit," tegas Muhtadi.
Jika hasil uji laboratorium menunjukkan air warga tidak memenuhi syarat kesehatan, Dinkes mengimbau masyarakat untuk segera menghentikan penggunaannya dan mencari alternatif pasokan air bersih yang terjamin kelayakannya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan
-
3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga
-
Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan
-
Bandar Lampung Tertinggi! Beras dan Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi di Lampung
-
Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU
-
Pasok Protein Nila dan Patin untuk Program MBG, Bandar Lampung Berburu Lahan 1.000 Meter