Wakos Reza Gautama
Kamis, 24 September 2026 | 17:11 WIB
Kebakaran hebat menghanguskan bangunan ruang kelas dan perpustakaan milik SMP PGRI 1 Way Jepara yang berlokasi di Dusun I, Desa Sumberejo, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, pada Rabu (23/9/2026) siang. [Dok Humas Polres Lampung Timur]
Baca 10 detik
  • Gedung SMP PGRI 1 Way Jepara terbakar pada Rabu siang, 23 September 2026, tanpa korban jiwa.
  • Kebakaran menghanguskan ruang kelas 7 dan perpustakaan, dengan total kerugian materiil mencapai 300 juta rupiah.
  • Polsek Way Jepara menduga kuat peristiwa kebakaran tersebut dipicu oleh masalah hubungan arus pendek listrik.

SuaraLampung.id - Hanya berselang sekitar 50 menit setelah bel pulang sekolah berbunyi, kobaran api hebat meluluhlantakkan gedung SMP PGRI 1 Way Jepara di Dusun I, Desa Sumberejo, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (23/9/2026) siang.

Bangunan perpustakaan dan ruang kelas 7 beserta seluruh buku pelajaran dan fasilitas di dalamnya ludes menjadi abu. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp300 juta.

Peristiwa mencekam ini pertama kali disadari oleh warga sekitar pukul 13.00 WIB. Dua orang saksi mata, Fatin (29) dan Sidik Aji Pangestu (27), mendapati gumpalan asap tebal membubung tinggi diiringi kobaran api yang dengan cepat merambat ke atap bangunan sekolah.

Padahal, sekitar pukul 12.10 WIB suasana sekolah baru saja lengang. Para siswa dan dewan guru telah membubarkan diri usai menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah sejak pagi harinya.

Kapolsek Way Jepara AKP Gobel, mengonfirmasi tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden kebakaran ini.

"Beruntung sekali tidak ada korban jiwa karena gedung sekolah sudah dalam keadaan kosong ditinggal pulang siswa dan guru. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp300 juta, meliputi bangunan perpustakaan, satu ruang kelas, serta fasilitas inventaris sekolah lainnya," jelas AKP Gobel, Kamis (24/9/2026).

Personel piket Polsek Way Jepara yang menerima laporan darurat langsung meluncur ke TKP sembari mengerahkan armada pemadam kebakaran (Damkar).

Petugas bahu-membahu bersama warga setempat melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke blok ruang kelas lainnya maupun permukiman warga.

Terkait pemicu kebakaran, polisi menduga kuat bencana ini bermula dari gangguan instalasi kelistrikan di area bangunan tersebut.

Baca Juga: Karhutla Mengamuk di Way Kambas hingga Dekati Kandang Gajah, Bagaimana Nasib Satwa Langka Ini?

"Dugaan awal titik api dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Saat ini garis polisi telah dipasang dan area TKP kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," tandasnya.

Load More