- PT ASDP Indonesia Ferry memastikan operasional penyeberangan Merak-Bakauheni tetap berjalan normal dengan mengerahkan total enam puluh armada kapal pada Minggu, 6 September 2026.
- Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan bahwa pihak pengelola mengutamakan keselamatan penumpang di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui koordinasi bersama BMKG dan PVMBG.
- Kru kapal membagikan masker kepada penumpang di KMP Jatra III sebagai langkah antisipasi nyata terhadap potensi paparan abu vulkanik di Selat Sunda.
SuaraLampung.id - Di bawah bayang-bayang kepulan abu dari kawah Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kembali menggeliat, denyut nadi penyeberangan paling sibuk di Indonesia, Merak-Bakauheni, nyatanya tetap berdetak kencang.
Di tengah dinamika alam yang tak menentu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan bahwa setiap putaran baling-baling kapal tidak hanya membawa penumpang ke seberang, tapi juga membawa jaminan keselamatan yang mutlak.
"Kami mengoptimalkan layanan penyeberangan sembari menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas tertinggi," ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Minggu (6/9/2026).
Meski aktivitas vulkanik GAK menjadi sorotan, pantauan di Dermaga Merak dan Bakauheni pada Minggu (6/9/2026) menunjukkan pemandangan yang kontras dengan kekhawatiran publik.
Operasional berjalan normal. Sebanyak 32 armada kapal di sisi Merak dan 28 kapal di sisi Bakauheni tetap setia melayani ribuan pasang mata yang menggantungkan perjalanannya pada jalur laut ini.
Namun, di balik normalitas itu, ada koordinasi intens yang terus menderu. ASDP tak bekerja sendiri. Mereka terus menempel informasi dari BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Setiap pergerakan angin, arah abu, hingga tinggi gelombang dipantau menit demi menit demi memastikan keputusan operasional diambil secara presisi.
Langkah antisipatif pun terlihat nyata di dek kapal. Pada Minggu siang, pemandangan berbeda tampak di KMP Jatra III.
Para kru dengan sigap membagikan masker kepada penumpang yang naik maupun turun. Di tengah ancaman paparan abu vulkanik, selembar masker menjadi simbol bahwa keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata di lapangan.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik
Data mencatat, arus kendaraan dan manusia tetap mengalir meski ada sedikit fluktuasi. Pada Sabtu (5/9/2026), tercatat 28.826 penumpang melintasi Merak, turun tipis sekitar 6,42 persen dibanding hari sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik tetap terjaga, meski alam sedang menunjukkan kekuatannya.
Heru Widodo pun menitipkan pesan bagi masyarakat yang hendak menyeberangi Selat Sunda. Persiapan adalah kunci. Di tengah kondisi alam yang dinamis, pengguna jasa diminta untuk tidak percaya dengan informasi yang simpang siur.
"Pastikan tiket sudah di tangan, pantau informasi cuaca resmi, dan yang terpenting: ikuti arahan petugas kami di lapangan," imbau Heru. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot