- Pemerintah Lampung Timur menutup permanen dua karaoke di Braja Selebah pada 18 Februari 2026 karena masalah perizinan.
- Penutupan dilakukan gabungan aparat setelah tiga kali surat peringatan dikeluarkan akibat penolakan warga setempat.
- Pemilik kecewa menuding pemerintah tebang pilih sebab karaoke lain yang sudah lama beroperasi tidak ditindak sebelumnya.
SuaraLampung.id - Puluhan pejabat dari tingkat kabupaten hingga kecamatan bersama aparat TNI dan Polri mendatangi dua lokasi karaoke di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Rabu, 18 Februari 2026.
Kedatangan mereka untuk melakukan penutupan permanen terhadap dua tempat hiburan tersebut. Petugas memasang garis plastik kuning hitam bertuliskan larangan melintas serta membentangkan spanduk di dinding bangunan yang berisi larangan membuka kembali usaha karaoke.
Penutupan dilakukan secara gabungan oleh Satpol PP, kepolisian, TNI, bagian hukum, pemerintah desa, dan perwakilan masyarakat.
Camat Braja Selebah, Marthadinata, mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya aktivitas karaoke di Dusun 2 tersebut. Ia menyebut, sebagian masyarakat menolak keberadaan tempat hiburan itu di lingkungan mereka.
“Sebelum dilakukan penutupan, prosedur sudah dijalankan. Pihak desa telah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali,” kata Marthadinata.
Ia menambahkan, dua tempat karaoke yang ditutup masing-masing milik Diana dan Wahid. Keduanya dinyatakan ditutup permanen karena tidak mengantongi izin yang sesuai.
Kepala Desa Braja Harjosari, Sopari, menegaskan tidak ada koordinasi dari pemilik usaha kepada pemerintah desa terkait operasional karaoke tersebut. Menurutnya, tanpa izin lingkungan yang sah, usaha tidak dapat beroperasi.
“Jika tidak ada izin lingkungan yang baru, maka harus ditutup,” tegas Sopari. Ia juga menyebut tempat karaoke milik Wahid yang berada di depan Puskesmas Braja Selebah turut ditutup dengan alasan serupa.
Sementara itu, Diana Saputri (22), pemilik salah satu karaoke, mengaku kecewa atas tindakan penutupan tersebut. Ia menyebut usahanya baru berjalan sekitar satu bulan dan proses perizinan tengah berlangsung, termasuk pengurusan izin lingkungan dengan tanda tangan warga.
Diana mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilainya tidak konsisten. Menurutnya, tempat karaoke lain di depan Puskesmas Braja Selebah telah beroperasi selama dua tahun namun tidak ditutup sebelumnya.
“Kenapa setelah saya buka usaha baru pemerintah bergerak? Padahal tempat lain sudah lama beroperasi,” ujarnya.
Ia mengaku telah menggelontorkan modal lebih dari Rp 300 juta untuk pembangunan dan fasilitas karaoke. Atas penutupan tersebut, Diana menyatakan akan menyerahkan persoalan ini kepada kuasa hukumnya guna mencari solusi agar usahanya dapat kembali berjalan.
Kontributor : Agus Susanto
Berita Terkait
-
Link CCTV Bandar Lampung Hari Ini Live, Pantau Arus Mudik Secara Real-Time
-
Tarif Tol Lampung untuk Semua Ruas, Cek sebelum Mudik Lebaran Idul Fitri
-
Daftar Kantor BRI Bengkulu dan Lampung yang Beroperasi Selama Idulfitri 2026
-
Usut Dugaan Korupsi di Lampung Tengah, KPK Panggil Irawan Budi Waskito ke Gedung Merah Putih
-
Terungkap! TNI AL Gagalkan Penyelundupan 445 Lembar Kulit Ular Piton di Bakauheni
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
Bukan Komet! Misteri Bola Api di Langit Lampung Ternyata Sampah Roket China
-
Langit Lampung Membara: Misteri Cahaya Api yang Bikin Warga Teriak Rudal
-
Gagal Gasak Motor Mahasiswa Gara-gara Teriakan Warga di Metro, 2 Pelaku Asal Lamtim Dibekuk
-
Tubaba Jadi Primadona Baru: Mengintip Rahasia 70 Ribu Wisatawan 'Serbu' Destinasi Religi di Lampung
-
Di Balik Kilau Toko Mas JSR: Ujung Pusaran Emas Ilegal Rp1,3 Triliun yang Digerebek Polda Lampung