- Polres Pringsewu menangkap dua begal
- Korban adalah petugas kebersihan
- Motor korban berhasil ditemukan
SuaraLampung.id - Dua begal sadis yang merampas motor dan uang seorang petugas kebersihan di Pringsewu akhirnya tak berkutik di tangan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polres Pringsewu.
Pelaku utama, Sukandar (27) dan Gunadi Prasetyo (26), warga Kota Agung Timur, Tanggamus, berhasil dibekuk dalam pengejaran kilat yang bikin lega korban dan masyarakat.
Ingat kejadian mencekam 5 November 2024 lalu? Sekitar pukul 06.00 WIB, Eka Priyanti (29), seorang petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu, harus mengalami mimpi buruk.
Saat melintasi jalan persawahan sepi di Pekon Sidoharjo, Pringsewu, laju motor Honda Beat miliknya tiba-tiba diadang dua bayangan hitam.
"Salah satu pelaku langsung menodongkan pisau ke perut korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Pringsewu, AKP Johannes Erwin Parlindungan Sihombing, Selasa (28/10/2025).
Tak hanya motor kesayangan, Eka juga kehilangan uang tunai Rp500 ribu dan bahkan satu kantong beras yang ia simpan di bagasi.
Tim khusus anti bandit Polres Pringsewu bergerak cepat. Setelah penyelidikan intensif, mereka berhasil mengidentifikasi dan memburu para pelaku.
Senin (27/10/2025) menjadi hari penangkapan. Sekitar pukul 16.30 WIB, Sukandar diciduk di tempat kerjanya di Pekon Benteng Jaya, Kota Agung. Hanya berselang 30 menit, Gunadi Prasetyo menyusul ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan berarti.
"Kedua tersangka mengakui perbuatannya, aksi ini direncanakan oleh Sukandar," jelas AKP Johannes.
Baca Juga: Komplotan Begal Sadis yang Meresahkan Lampung Timur Berhasil Diciduk Polisi
Pengakuan para begal ini bikin geleng-geleng kepala. Motor korban dijual di Bandar Lampung seharga Rp6 juta. Uang haram itu kemudian dibagi rata.
Yang bikin miris, salah satu pelaku mengaku menggunakan bagiannya untuk bermain judi online, sementara yang lain untuk membayar cicilan kendaraan pribadi. Senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban juga sudah dibuang ke sungai.
Beruntung, motor Honda Beat milik Eka Priyanti berhasil ditemukan dan kini telah kembali ke pelukan pemiliknya.
Atas aksi kejamnya, kedua tersangka kini dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara hingga sembilan tahun.
Eka Priyanti, sang korban, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah motor saya sudah kembali. Saya sangat berterima kasih kepada polisi di Polres Pringsewu yang cepat menangani laporan saya sampai pelakunya tertangkap. Saya merasa lega dan lebih tenang sekarang,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Komplotan Begal Sadis yang Meresahkan Lampung Timur Berhasil Diciduk Polisi
-
Penipu Online Jual Beli Mobil Diciduk Polisi Pringsewu, Modus Canggih Rugikan Korban Rp90 Juta
-
Khusus Pengguna Motor! Nikmati PaNas 1 + McFlurry feat. OREO Cuma Rp27 Ribuan di Drive Thru McD
-
Motor Raib, Ontel Nyangkut, CCTV Ungkap Aksi Pencurian di Metro Barat
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong