- Pemerintah Lampung mendampingi keluarga terjerat hukum di Mesuji
- Ibu merantai anak karena masalah ekonomi dan kesehatan
- Pendekatan holistik diberikan untuk keluarga sangat miskin ini
SuaraLampung.id - Sebuah kisah memilukan mengguncang Kabupaten Mesuji. Bukan hanya soal hukum, tetapi juga potret buram kemiskinan ekstrem, kesehatan, dan beban psikologis yang tak terperikan.
Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Mesuji turun tangan langsung, memberikan pendampingan intensif kepada sebuah keluarga yang terjerat masalah karena sang ibu terpaksa merantai anaknya demi bertahan hidup.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengungkapkan keprihatinannya mengenai kisah ibu yang merantai anaknya di Mesuji.
"Ini bukan sekadar masalah hukum biasa. Kami melihatnya sebagai persoalan multidimensional: kesehatan, psikologis, dan yang paling mendasar, ekonomi," ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Keluarga ini, yang masuk kategori desil 1, kelompok masyarakat paling miskin, hidup dalam kondisi yang sangat rentan, bahkan tanpa rumah tinggal tetap.
Sang ayah berjuang sebagai buruh tani harian lepas, sementara sang ibu mengemban tugas berat merawat dua buah hatinya yaitu S (6 tahun) dan T (2 tahun).
Tragisnya, anak T menderita penyakit jantung bawaan dan labiopalatoskizis (bibir sumbing) yang mengharuskannya menjalani pemeriksaan rutin bulanan. Kondisi ini juga menyebabkan T mengalami stunting.
Setiap kali harus membawa T berobat dengan keterbatasan transportasi dan dana, sang ibu dihadapkan pada dilema mengerikan.
"Karena keterbatasan ekonomi dan tidak memungkinkan membawa dua anak sekaligus dengan sepeda motor, sementara sang ayah bekerja sebagai buruh tani harian lepas," jelas Wagub Jihan.
Baca Juga: Bagaimana Potensi Wisata Halal di Lampung? Begini Kata Wagub Jihan
"Keputusan mengikat anak S diambil agar tidak bermain ke sungai atau jalan raya, mengingat ada pengalaman kejadian sebelumnya," tambah Jihan.
Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pendekatan komprehensif langsung digalakkan. "Kita harus melihat dari berbagai sisi. Ini masalah yang saling berkaitan dan harus diselesaikan secara menyeluruh," tegas Jihan Nurlela.
Beberapa langkah konkret yang telah dan akan dilakukan:
- Intervensi Gizi & Kesehatan: Rumah sakit telah diminta melakukan asesmen menyeluruh untuk anak S dan T. Dokter akan menjemput mereka untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk persiapan tindakan medis dan kemungkinan operasi untuk penyakit bawaan anak T.
- Pendampingan Psikologis: Kedua anak akan mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi psikologis mereka.
- Solusi Ekonomi & Sosial: Pemerintah akan mencari jalan keluar atas kesulitan ekonomi dan sosial yang dihadapi keluarga ini, mulai dari penanganan medis hingga mencari solusi jangka panjang.
"Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji menilai bahwa kasus ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi melainkan harus ada penanganan secara holistik," pungkas Jihan Nurlela.
Pemerintah berharap, dengan pendampingan intensif ini, keluarga tersebut bisa bangkit dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Pemprov Lampung Jadikan UMKM Center Sebagai Magnet Wisata Belanja 15 Kabupaten/Kota
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
-
Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
-
Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas