Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Sabtu, 05 April 2025 | 20:22 WIB
Novelis Ika Natassa geram terhadap ucapan seorang ASN Lampung Barat yang menghina dirinya. [Instagram @ikanatassa]

SuaraLampung.id - Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendapat sorotan karena aksinya menghina novelis ternama Ika Natassa.

ASN bernama Wirdan Rafi itu melayangkan kalimat tak pantas saat mengomentari postingan Ika Natassa di platform X/ Twitter.

Awalnya Ika mencuit di X mengenai keputusan orang-orang yang berani menikah di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini. Cuitan Ika Natassa ini mendapat respons dari dari akun bernama @Dragladiator.

Akun tersebut menyebut Ika mandul dan hidup sebatang kara. Kata-kata yang ditulis akun itu membuat penulis novel Heartbreak Motel itu tak terima.

Baca Juga: Pesta Sekura Cakak Buah: Tradisi Unik Lampung Barat di Momen Lebaran Idul Fitri

Ika Natassa lalu menelusuri akun tersebut dan hasilnya pemilik akun @Dragladiator adalah Wirdan Rafi, seorang ASN yang bekerja di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Ika lalu memposting bukti akun Instagram Wirdan yang mencantumkan identitas tersebut. Ika kemudian menyolek Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

"Assalamualaikum, Pakcik @parosilmabsus. Social media memberi kita ruang untuk terkoneksi bahkan menemukan banyak ilmu dan berdiskusi. Sayangnya, masih ada saja orang yang memperlakukannya dengan tidak bijak, bahkan tak terpuji," tulis Ika di akun Instagramnya.

Ika lalu memberitahu Parosil mengenai perilaku akun dengan nama Wirdan Rafi menyampaikan ucapan tak pantas terhadap dirinya.

"Pernyataannya kasar, tidak benar dan misleading, dan tidak dapat saya terima karena menihilkan keberadaan orangtua saya yang amat saya cintai. Hasil penelusuran mempertemukan saya dengan akun @wirdan.rafi yang dari bionya berdinas di @ukpbjlambar," ujar Ika.

Baca Juga: ASN Bandar Lampung SIAP-SIAP! THR, Gaji ke-14, dan Tukin Cair Senin Depan

Ika lalu mempertanyakan apakah benar Wirdan Rafi ini adalah pegawai di instansi UKPBJ Lampung Barat @ukpbjlambar dan apakah benar ini akun social media-nya.

"Jika benar, saya mohon bantuan Pakcik untuk dapat membina pegawai dimaksud atas etika social medianya yang tidak beradab. Sebagai ASN, tentunya harus mampu berperilaku dan berkata-kata bukan hanya dengan cerdas, namun juga baik. Tidak ikhlas rasanya uang pajak kita dipakai untuk menggaji ASN dengan perilaku yang pantas disebut tercela dan jauh dari cerdas," ujar Ika Natassa.

"Terima kasih, Pakcik. Saya dapat dihubungi lewat DM dan email, nanti kita bisa bertukar nomor dan berdiskusi sedikit tentang hal ini, jika Pakcik berkenan," tutup Ika di postingan Instagramnya.

Wirdan Rafi ternyata mengirim pesan lewat direct message (DM) dan email. Wirdan menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan tidak bisa datang langsung ke Medan untuk meminta maaf secara langsung kepada orangtua Ika Natassa.

Alasannya karena tidak diizinkan oleh keluarganya. Dia lalu menawarkan permintaan maaf dilakukan secara virtual melalui Zoom.

Ika Natassa menilai tawaran permintaan maaf lewat Zoom tidak mencerminkan keseriusan dalam bertanggung jawab.

"Minta maaf mau lewat Zoom? Dia pikir ini meeting?" tulis Ika, Sabtu (5/4/2025).

Tak lama setelah itu, Ika menerima panggilan telepon langsung dari Bupati Lampung Barat. Dalam percakapan tersebut, Bupati Parosil Mabsus memastikan bahwa prilaku Wirdan akan diproses dan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Ika Natassa pun menyatakan harapannya. Agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi siapa pun untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Ika Natassa menegaskan bahwa tindakannya bukan bertujuan untuk menghancurkan karier pelaku. Penulis kelahiran Medan, 25 Desember 1977 itu mengambil tindakan ini agar Wirdan Rafi bertanggung jawab atas perbuatannya.

Dia menilai bahwa pelaku cyberbullying, apalagi yang merasa aman bersembunyi di balik akun anonim, harus diberikan efek.

Ika juga menyampaikan bahwa permintaan maaf tidak akan berarti jika tidak disertai dengan pemahaman yang tulus tentang kesalahan yang diperbuat. Dia menginginkan agar pelaku menyadari dampak nyata dari ucapannya di dunia maya.

Load More