Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Kamis, 03 April 2025 | 17:12 WIB
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Pantai Umbar, Kelumbayan, Tanggamus, Kamis (3/4/2025). [Dok Basarnas Lampung]

SuaraLampung.id - Tim SAR Gabungan menemukan korban terseret ombak di Pantai Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (3/4/2025).

Dantim Rescuer Kantor SAR Lampung Rachmat Afriza mengatakan korban bernama bernama Casmita (45), warga Dusun Sidomulyo, Desa Bunut Seberang, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.

"Korban terseret ombak di Pantai Umbar atas nama Casmita ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya korban dibawa menuju rumah duka," ujar Rachmat, Kamis (3/4/2025).

Dia mengatakan kejadian berawal pada hari Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, Irwan (18) dan ayahnya bernama Casmita sedang mandi di laut Pantai Umbar.

Baca Juga: Tragis! 8 Anak Tenggelam di Pantai Titian Mutiara Lamsel: 3 Meninggal, 1 Hilang

Tiba tiba keduanya terseret ombak dan tenggelam. Warga berhasil menemukan Irwan dalam keadaan selamat, sementara Casmita belum ditemukan.

Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak Basarnas untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengerahkan satu tim rescue untuk menuju lokasi dan melakukan operasi SAR.

Pada operasi SAR hari ke-2 Kamis (3/4/2025) pukul 06.30, tim SAR gabungan membagi tim menjadi 2 SRU. SRU 1 menggunakan perahu karet Basarnas melakukan penyisiran sejauh 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kejadian. SRU 2 melakukan penyisiran via darat dibibir pantai dengan tetap berkoordinasi dengan SRU 1.

Pada pukul 07.00 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan sekitar jarak 0,8 NM atau sekitar 1,4 km dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Kawanan Gajah Liar Ngamuk! 30 Gubuk Warga di Tanggamus Luluh Lantak

Buaya Bikin Cemas

Seekor buaya muara muncul dan meresahkan wisatawan pengunjung pantai yang berada di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Kemunculan buaya tersebut pertama kali terlihat oleh warga sekitar di Pantai Sepenan, Desa Merak Belantung.

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap buaya yang meresahkan warga desa tersebut.

"Iya, kami dari Damkarmat Lampung Selatan hingga saat ini masih terus melakukan penyisiran untuk menangkap buaya itu, karena memang lokasi kemunculan buaya tersebut berada di kawasan dekat dengan pantai yang banyak pengunjungnya," kata dia dikutip dari ANTARA.

Oleh karena itu Rully mengimbau kepada wisatawan untuk tetap waspada, terutama yang bermain atau mandi di pantai, karena buaya itu masih berkeliaran di perairan laut Desa Merak Belantung.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengunjung pantai untuk selalu waspada dan tidak berenang di pantai, karena keberadaan buaya ini selalu berpindah-pindah," katanya.

Dia juga meminta kepada masyarakat yang melihat keberadaan buaya tersebut untuk menginformasikan kepada pihak terkait agar pihaknya bisa segera mengevakuasi buaya tersebut.

"Untuk masyarakat apabila ada yang melihat keberadaan buaya tersebut langsung lapor ke Damkar Lampung Selatan maupun Polairud Polres Lampung Selatan. Insya Allah kami akan berusaha mengevakuasinya," ucap Rully Fikriansyah.

Pengamanan Tempat Wisata

Polda Lampung mengatakan bahwa kelancaran arus balik pemudik menjadi fokus utama dalam pengamanan agar perjalanan masyarakat tetap terjaga baik dan nyaman.

"Usai Lebaran 2025 ini ada dua aspek pengamanan yakni di lokasi wisata dan arus balik. Namun kesiapan arus balik jadi prioritas utama agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar," kata Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika, Rabu (2/4/2025).

Helmy mengatakan bahwa saat ini Polda Lampung telah menyiagakan personel di titik-titik strategis jalur arus balik, termasuk Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan dan tol Sumatera.

"Titik-titik ini menjadi perhatian utama kami untuk memastikan kelancaran perjalanan warga pada arus balik," kata dia.

Kapolda Lampung itu juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati selama perjalanan dan memanfaatkan layanan kepolisian jika mengalami kendala dalam perjalanannya.

"Sejumlah posko pengamanan dan pelayanan masih dioperasikan di jalur-jalur utama untuk memberikan bantuan bagi pemudik," kata dia.

Pada sisi lain, Helmy pun mengatakan bahwa pihaknya telah menempatkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan di lokasi wisata di provinsi ini.

"Sejumlah personel telah disebar ke berbagai titik strategis, khususnya destinasi wisata unggulan di Lampung, seperti Pantai Mutun, Pahawang, dan kawasan wisata di Kabupaten Pesawaran serta Lampung Selatan," kata dia.

Dia juga mengatakan selain pengamanan destinasi wisata dan arus balik, Polda Lampung juga tetap menyiagakan personel untuk tanggap darurat terhadap potensi bencana alam.

"Hal ini mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat dan longsor di beberapa wilayah, kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait guna mengantisipasi kemungkinan gangguan," kata dia.

Load More