SuaraLampung.id - Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandar Lampung Budhi Darmawan prihatin atas peristiwa kebakaran gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Umbul Kunci, Kecamatan Telukbetung Timur.
Menurut dia, kebakaran gudang BBM itu merugikan masyarakat yang diperbuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Tentunya kita sangat prihatin karena kejadian ini merugikan masyarakat. Ini adalah ulah oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi," kata dia.
Budhi juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat limbah BBM yang terbawa ke aliran sungai di sekitar lokasi kebakaran.
Baca Juga: Komplotan Pencuri di Rumah Sakit di Bandar Lampung Dibekuk, Incar HP dan Dompet
"Limbah BBM yang masuk ke sungai tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Kami berharap masyarakat segera melaporkan hal seperti ini agar pemerintah kota, TNI, atau kepolisian," kata dia.
Budhi meminta masyarakat segera melaporkan apabila terdapat aktivitas mencurigakan terkait penampungan bahan bakar minyak (BBM) ke aparat terkait.
"Saya minta masyarakat berpartisipasi aktif melaporkan bila ada aktivitas mencurigakan terkait adanya penampungan BBM yang tak sesuai aturan ke Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau langsung ke pihak kepolisian," katanya.
Kabid Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung Irman Saputra mengungkapkan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik saat seorang karyawan sedang memperbaiki instalasi di gudang.
"Berdasarkan keterangan pemilik gudang yaitu Erwin, kebakaran terjadi saat perbaikan instalasi listrik di dalam gudang, dimana percikan api yang timbul menyambar sisa BBM di gudang, sehingga api dengan cepat membesar," kata dia.
Baca Juga: Kebakaran Hebat! Damkar Berjibaku 14 Jam Padamkan Api di Gudang BBM Bandar Lampung
Selama proses pemadaman, petugas menggunakan sekitar 370.000 liter air atau 86 tangki serta dua unit alkon apung untuk mengendalikan api di gudang seluas 20x40 meter tersebut.
"Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.30 WIB dan pemadaman api baru selesai pada Selasa (5/11) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari," kata dia.
Dalam proses pemadaman yang memakan waktu kurang lebih 14 jam tersebut Damkarmat Bandar Lampung menerjunkan setidaknya 70 personel dan 16 armada.
"Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, dan kerugian yang diakibatkan oleh kejadian ini belum dapat dipastikan," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bakamla Evakuasi 12 ABK Kapal Motor Mutiara Ferindo 2 yang Terbakar di Perairan Banten
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Apa Itu Visa F-2? Hadiah Sugianto, WNI Jadi Penyelamat saat Kebakaran Hutan di Korea Selatan
-
Kisah Heroik Sugianto, WNI yang Jadi 'Pahlawan' dalam Tragedi Kebakaran Korea Selatan
-
Bandara Soetta Bantah Isu Kebakaran, Deputi Komunikasi Sebut Ada Pabrik Plastik yang Terbakar
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni