SuaraLampung.id - Pengelola Bandara Radin Inten II Lampung mendukung pengembangan penerbangan perintis untuk meningkatkan konektivitas antardaerah.
Executive General Manager Bandara Radin Inten II Lampung Khaerul Assidiqi mengatakan salah satu layanan penerbangan perintis yang saat ini terus didorong agar ada peningkatan layanan oleh pemerintah daerah ada di Bandara Gatot Subroto yang terletak di Way Tuba Kabupaten Way Kanan.
Bandara Gatot Subroto menghubungkan lima kabupaten yang ada di Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Khaerul, pengembangan penerbangan perintis ke Bandara Bandara Gatot Subroto dengan menggunakan maskapai Susi Air.
"Kami sebagai pengelola Bandara Radin Inten sangat mendukung karena tentunya dengan adanya konektivitas ini mendorong peningkatan roda ekonomi antardaerah, terlebih lagi ini sedang periode pemulihan di sektor penerbangan dengan menambah rute akan berdampak positif juga," katanya.
Manfaat lain yang didapatkan dengan adanya layanan penerbangan perintis menurut Khaerul yaitu masyarakat bisa merasakan cepatnya waktu perjalanan, karena layanan penerbangan memangkas waktu perjalanan darat yang cukup lama.
"Mengenai pengembangan penerbangan khusus di Bandara Gatot Subroto Way Kanan ini belum ada komunikasi lebih lanjut dari pemerintah pusat, tapi sudah ada arahan dari Penjabat Gubernur Lampung. Kemungkinan akan ditindaklanjuti untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat tentang rute ini. Nanti kami akan dukung dari segi kebutuhan untuk penerbangan, alokasi waktu pun akan didukung oleh Angkasa Pura II," ucap dia.
Menurut dia, untuk penerbangan perintis lain yang terus didukung adalah penerbangan dari Bandara Muhammad Taufiq Kiemas yang berada di Krui Kabupaten Pesisir Barat yang saat ini frekuensinya sudah tiga kali dalam sepekan yaitu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan rute Bengkulu-Krui, Krui-Tanjung Karang, Tanjung Karang-Krui, Krui-Bengkulu.
Diketahui di kedua bandar udara tersebut tengah direncanakan untuk melakukan penambahan fasilitas, dimana untuk Bandara Muhammad Taufiq Kiemas direncanakan untuk melakukan penambahan panjang landasan dari 1.450 meter menjadi 1.650 meter.
Baca Juga: Pemprov Lampung Targetkan Perbaikan 290 Jembatan di Tahun 2024
Sedangkan Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan lima kabupaten yang ada di kedua provinsi tengah mengkaji tentang pemberian subsidi penerbangan bagi pengguna Bandara Gatot Subroto Way Kanan, sebagai bentuk memberikan stimulan guna meningkatkan minat pengguna transportasi udara di bandara tersebut.
Layanan penerbangan yang ada di bandara tersebut saat ini adalah layanan pesawat kecil jenis ATR yang berkapasitas 72 orang, dan jadwal penerbangan di bandar udara yang sebelumnya merupakan Lanud TNI Angkatan Darat akan bertambah dari sebelumnya sepekan sekali menjadi sepekan dua kali.
Bandara Gatot Subroto memiliki letak yang strategis dimana berada diantara Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan, dimana masyarakat dari Kabupaten Waykanan, Lampung Barat, OKU Timur, Kabupaten OKU dan Kabupaten OKU Selatan dapat memanfaatkan layanan transportasi udara tersebut. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pemprov Lampung Targetkan Perbaikan 290 Jembatan di Tahun 2024
-
PNBP Lampung Triwulan I 2024 Tembus Rp432,84 Miliar, Didominasi Sektor Pendidikan
-
Lampung Siapkan Rp475 Miliar untuk Perbaiki 174 Km Jalan di 2024
-
Coklit via Video Call: Solusi KPU Bandar Lampung Jangkau Pemilih Super Sibuk
-
Awasi Politik Uang! Bawaslu Lampung Selatan Siap Kawal Ketat Pilkada 2024
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot