SuaraLampung.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung terus mematangkan persiapan proses pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Tahun 1445 Hijrah agar berjalan lancar.
Kepala Kanwil Kemenag Lampung Puji Raharjo mengatakan, persiapan keberangkatan JCH telah mencapai 85 persen, dan tinggal tahap pelaksanaan pada Jumat (10/5/2024).
"Sehingga pada Sabtu (11/5/2024) asrama haji telah siap menerima dan menampung JCH kelompok terbang (kloter) pertama Lampung," katanya.
Pada musim haji 2024, pihaknya terus berbenah dalam hal proses pemberangkatan JCH dari tahun sebelumnya, di mana banyak perbaikan dan evaluasi yang dilakukan.
“Tahun lalu kendala ada pada biovisa, sekarang sudah lancar, per visa-an telah beres 100 persen baik petugas maupun jamaah. Berbeda dari tahun lalu visa petugas maupun jamaah hingga jadwal keberangkatan tiba masih banyak yang belum terbit,” kata dia.
Terkait dengan istithaah, pada tahun-tahun sebelumnya jamaah harus lunas terlebih dahulu, baru melakukan cek kesehatan. Namun pada tahun ini JCH diwajibkan untuk istithaah dahulu baru melakukan pelunasan.
“Dengan terlebih dahulu melakukan istithaah, diharapkan, kondisi jamaah yang berangkat ke Tanah Suci lebih sehat dan prima,” kata dia.
Puji mengatakan bahwa sesuai agenda JCH akan memasuki Asrama Haji Embarkasi Antara Provinsi Lampung pada Sabtu (11/5/2024), pukul 08.00 WIB.
Dengan kloter pertama JKG 03 Bandar Lampung yang terdiri atas 385 calon haji, tiga pembimbing haji daerah (PHD) dan lima petugas kloter.
Baca Juga: Penyelidikan Kebakaran Gudang BBM di Natar Menemui Titik Terang
"Jadi total kloter pertama ada 393 orang yang akan berangkat ke Tanah Suci," ujarnya.
Puji menjelaskan Embarkasi Antara Provinsi Lampung pada tahun ini terbagi dalam 19 kloter di mana gelombang pertama terdapat 10 kloter, dengan delapan akan mendarat di Madinah, dua kloter terakhir turun di Jeddah.
"Kemudian mereka akan melanjutkan perjalanan ke Madinah dengan bus. Setelah delapan hari di Madinah jamaah baru diberangkatkan ke Makkah. Gelombang kedua mendarat di Jeddah langsung menuju Makkah, Miqot bisa dilakukan di pesawat atau di Jeddah,” kata dia.
Puji berharap, kesehatan jamaah harus diprioritaskan, mengingat saat ini masih banyak JCH lanjut usia (lansia) yang harus dijaga staminanya.
"Jadi kami harap untuk pelepasan JCH di kabupaten dan kota dilaksanakan secara sederhana dengan mengurangi acara-acara seremonial. Yang sekiranya tidak diperlukan bisa ditiadakan, guna menjaga kesehatan dan stamina JCH," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Penyelidikan Kebakaran Gudang BBM di Natar Menemui Titik Terang
-
Tekan Kriminalitas, Tim Walet Gencar Patroli Malam Keliling Kota Bandar Lampung
-
JCH Bandar Lampung Mendapat Subsidi OTD Rp 4,9 Juta
-
2 Kali Kalah, Herman HN Optimistis Menang di Pilgub Lampung 2024
-
Polda Lampung Gelar Operasi Sikat Krakatau 2024, Ini Sasarannya
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Gunung Anak Krakatau Batuk 19 Kali, Jalur Merak-Bakauheni Masih Normal
-
Nekat Jadi Konsultan di Perusahaan Metro, Tiga WNA China Terusir dari Bumi Ruwa Jurai
-
Liburan Keluarga Berujung Duka, Polisi dan Istri Tewas di Jalan Tol Lampung
-
Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga
-
Minta Jatah Rp19 Juta Per Desa, Pemeras Proyek Irigasi di Lampung Timur Terjaring OTT