SuaraLampung.id - Seorang polisi anggota Polres Lampung Tengah Briptu SSB tewas dibunuh seorang remaja inisial AEA (17) di sebuah losmen di Kampung Setia Bhakti, Kecamatan Seputih Banyak, Sabtu (23/3/2024) sekira Pukul 08.00 WIB.
Jenazah korban pertama kali ditemukan penjaga losmen Iswanto (54). Saat itu Iswanto hendak membersihkan kamar losmen nomor 04.
"Saksi kaget melihat ada kaki menjuntai keluar dari bawah dipan. Dia lalu melaporkan peristiwa ini ke atasannya yang langsung melapor ke polisi," ujar Kapolres Lampung Tengah AKBP Andik Purnomo Sigit.
Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan Briptu SSB adalah karena pelaku yang merupakan warga Kampung Sumberejo, Kecamatan Kotagajah, ingin menguasai harta benda korban.
Baca Juga: Ditolak Berhubungan Intim, Remaja di Lampung Tengah Ancam Sebar Video Asusila Kekasih
Andik mengatakan, awalnya pelaku mengajak korban bernyanyi di sebuah tempat karaoke. Di sana mereka minum minuman keras hingga mabuk.
"Saat korban mabuk berat dan tidak sadarkan diri, pelaku untuk membekap mulut dan hidung korban menggunakan pakaian dalam (singlet), " jelas Andik.
Setelah korban dipastikan tak bernyawa, pelaku menyimpan jenazah Briptu SSB di bawah dipan. Lalu pelaku menemui dua orang wanita pemandu lagu (PL) yang kebetulan juga menginap di losmen tersebut.
Pelaku lalu melakukan hubungan intim dengan salah satu pemandu lagu yang dibawa dari salah satu karaoke di Way Bungur Lampung Timur.
Setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat, aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Guru SD di Mesuji Dibunuh Tunangan Sendiri, Motif Cemburu karena Hari Pernikahan Diundur 3 Kali
Hanya butuh waktu 3 jam bagi polisi mengungkap kasus tersebut. Pelaku dibekuk saat berusaha kabur membawa mobil korban.
"Sementara polisi sedang mendalami peran 4 orang masing-masing petugas terus melakukan pendalaman untuk membuka peristiwa ini menjadi terang benderang," katanya.
Namun dugaan pertama pelakunya AEA untuk sementara dijerat dengan Pasal 365 junto Pasal 338.KUHPidana.
Kontributor : Agus Susanto
Berita Terkait
-
Tim Kuasa Hukum Juwita Minta Penyidik Lakukan Tes DNA Guna Mengetahui Sperma di Rahim Jenazah
-
Kronologi Pemerkosaan Jurnalis Juwita Sebelum Dibunuh, Terduga Pelaku Anggota TNI AL
-
Daihatsu Xenia Jadi Barang Bukti Pembunuhan Wartawan di Banjarbaru
-
Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL
-
Pembunuhan Jurnalis Juwita: Denpom AL Balikpapan Bergerak Cepat, Motif Pembunuhan Masih Misteri
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni