SuaraLampung.id - Sebanyak 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Pesawaran mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam Program Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat atau Yansos Jejama.
Bantuan yang diterima para penyandang disabilitas antara lain berupa 25 kursi roda, empat alat bantu dengar, tiga tongkat kaki tiga, dua kruk, serta tiga tongkat netra.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan, program Yansos Jejama mencakup penyelenggaraan pelayanan jemput bola bagi penyandang disabilitas.
"Dalam kegiatan Yansos Jejama ini kami mencari dan mendatangi para penyandang disabilitas di desa dan kecamatan untuk diberi layanan rehabilitasi seperti layanan rehabilitasi yang ada di dalam panti," katanya.
Penyelenggaraan kegiatan Yansos Jejama, menurut dia, melibatkan tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek, perawat kejiwaan, psikolog, dan pekerja sosial.
"Kegiatan ini akan diawali dengan pemeriksaan oleh tim medis untuk menentukan derajat disabilitas, dilanjutkan dengan penilaian oleh psikolog dan pekerja sosial, yang hasilnya nanti akan berbentuk rekomendasi intervensi yang diberikan kepada penyandang disabilitas," ia menjelaskan.
Dia mengatakan bahwa Yansos Jejama menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, dan rujukan bagi penyandang disabilitasi atau penyandang masalah kesejahteraan sosial yang membutuhkan.
"Ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera," demikian Aswarodi. (ANTARA)
Baca Juga: Langkah Pemprov Lampung Tekan Harga Pangan hingga Akhir Tahun
Berita Terkait
-
Langkah Pemprov Lampung Tekan Harga Pangan hingga Akhir Tahun
-
Umumkan Penunggak Pajak di SPBU, Ketua DPRD Lampung: Kebijakan Nyeleneh
-
Habiskan Anggaran Rp42 Miliar, Ini Ruas Jalan di Lampung Barat yang Selesai Dibangun Tahun Depan
-
Anak Yatim Piatu Korban Perundungan Teman Sekolah di Pesawaran Didatangi Mensos Risma
-
Marah Ayamnya Diusir, Pria Asal Punduh Pidada Membacok Tetangga Sendiri
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu