SuaraLampung.id - Guru Besar Universitas Malayahati, Lampung, dr Taruna Ikrar M Biomed PhD kehilangan gelar profesor yang disandangnya sejak tahun 2022 usai dicabut oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.
Nadiem Makarim mengeluarkan Keputusan Mendikbudristek (Kepmendikbudristek) No 48674/M/07/2023 tentang Penyetaraan Jabatan Akademik Dosen tertanggal 30 Agustus 2023 yang isinya mencabut gelar profesor Taruna Ikrar.
"Mencabut Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 64672/MPK.A/KP.07.00/2022 tanggal 10 Oktober 2022, tentang Penyetaraan Jabatan Akademik Dosen sebagai Profesor atas nama Taruna Ikrar, dr., M.Biomed., Ph.D," isi Kepmendikbudristek tersebut.
Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Prof Nizam mengungkapkan alasan pencabutan gelar profesor terhadap Taruna Ikrar. Menurut Nizam, ada kecurangan dalam usulan penyertaaan guru besar Taruna.
Namun sayangnya, Nizam tidak mau memberikan penjelasan rinci mengenai kecurangan yang dimaksud. Taruna Ikrar menerima SK sebagai Guru Besar di Universitas Malahayati pada 9 November 2022 lalu.
Adalah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Prof Iskhaq Iskandar yang menyerahkan langsung SK Guru Besar Taruna Ikrar di ruang rapat Gedung Rektorat Universitas Malahayati Bandar Lampung.
Taruna Ikrar lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 15 April 1969 dari orang tua yang berprofesi sebagai guru. Sejak kecil Taruna sudah bercita-cita menjadi dokter.
Jenjang pendidikan dasarnya ia lewati di SD Negeri Karuwisi, SMP Negeri 8 Makassar dan SMA Negeri 1 Makassar. Setelah lulus SMA, Taruna diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin lewat jalur tanpa tes.
Baca Juga: Profesor Kim Do Hyeong Ungkap Ada Jemaat JMS di Stasiun TV KBS
Taruna Ikrar mendapat gelar sarjana kedokteran di tahun 1994. Tiga tahun kemudian, ia mendapat gelar profesi dokter. Taruna kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang farmasi di Universitas Indonesia.
Ia berhasil mendapat gelar M.Pharm pada 2003. Taruna kembali kuliah S3 di Niigata University of Pharmacy and Applied Life Sciences, Jepang. Di Negeri Sakura itu, Taruna mengantongi gelar Ph.D.Med.Sc di bidang kardiovaskuler pada 2008.
Taruna aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan. Di tahun 1990, ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unhas. Kemudian 1993 menjabat sebagai ketua HMI Cabang Makassar.
Taruna Ikrar adalah salah satu dari beberapa penulis yang mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) lewat sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012.
Sistem AlstR ini memiliki potensi untuk mengontrol kejang-kejang pada penyakit epilepsi dan merupakan bagian dari teknik gene therapy, sebuah terapi yang sudah ditemukan beberapa tahun oleh ilmuwan lain sebelum tulisan Taruna Ikrar dan kawan-kawan tersebut dipublikasikan.
Selain itu ia juga salah satu pemegang paten metode pemetaan otak manusia sejak tahun 2009. Berdasarkan metode ini para ilmuwan berhasil menggambarkan dinamika yang terjadi pada otak manusia dengan rinci.
Berita Terkait
-
Profesor Kim Do Hyeong Ungkap Ada Jemaat JMS di Stasiun TV KBS
-
Koleksi Gelar Megawati yang Diumbar di HUT PDIP: Doktor Honoris Causa hingga Profesor
-
Pantas Saja Berjodoh, Ayah Erina Gudono Semasa Muda Dibilang Mirip Kaesang Pangarep
-
Kenang Profesor Azyumardi Azra, Prabowo: Selalu Mengutamakan Moderasi dan Toleransi
-
Apa Saja Gelar Megawati? Dari Doktor Honoris Causa hingga Profesor Kehormatan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir
-
Dari Pintu ke Pintu, Kisah Dewi Natalia Membawa Pedagang Pasar Lepas dari Rentenir
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar