SuaraLampung.id - Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) jantan bernama Kyai Batua yang berada di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung akan dikawinkan dengan harimau sumatera betina bernama Dadih asal Taman Satwa Sawah Lunto, Sumatera Barat.
Rencana breeding atau pengembangbiakan harimau sumatera Kyai Batua dan Dadih ini, juga merupakan salah satu rekomendasi ke-3 Global Species Management Plan (GSMP) yang disampaikan Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) ke Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Ketua Bidang Edukasi dan Pelatihan Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) Dr Ligaya Ita Tumbelaka mengatakan upaya percepatan program GSMP yang dimaksud ini adalah bagaimana lembaga konservasi (LK) di Tanah Air bisa meningkatkan kelahiran anakan harimau sumatera.
"Kami upayakan percepatannya, bagaimana menjodohkan harimau-harimau yang ada di beberapa LK untuk bisa nantinya disepakati tukar-menukar tempat supaya percepatan perkawinan secara terkontrol,” kata Ligaya.
Berdasarkan rekomendasi program GSMP, Ligaya mengatakan harimau sumatera Batua yang kini berusia sekitar 9 tahun akan dikawinkan dengan harimau sumatera betina bernama Dadih berusia 4 tahun dari Taman Satwa Sawah Lunto.
Kondisi harimau Batua, katanya, sangat baik, sehingga dapat dikawinkan dengan Dadih dari Sawah Lunto.
"Istilahnya masih darah muda karena Dadih baru umur 4 tahun. Untuk betina, usia 4-5 tahun itu sudah bisa kawin. Kami tak bilang harus berapa ekor (hasil breeding), tapi yang harus kita pikirkan adalah bakalan-bakalan yang bisa terus bereproduksi di kemudian hari. Ini akan membantu populasinya harimau sumatera," katanya lagi.
Ia mengharapkan bakalan-bakalan harimau sumatera itu bisa bertambah 4 hingga 8 ekor per tahun.
Karena itu, menurutnya lagi, perlu perhatian serius dari semua pihak terutama lembaga konservasi, kebun binatang sebagai upaya percepatan populasi harimau sumatera. Hingga populasi harimau sumatera di LK akan terus bertambah.
Baca Juga: Korban Konflik dengan Manusia, Harimau Dewi Siundul Mati usai Dirawat Intensif
Saat ini populasi harimau sumatera di LK atau kebun binatang mencapai 83 ekor atau menurun bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 100-an ekor.
Penurunan populasi itu di antaranya mati karena usia tua. Di dalam LK atau kebun binatang usia harimau sumatera bisa mencapai 23 tahun.
Chair of International Union for Conservation of Nature (IUCN) SSC Asian Wild Cattle Specialist Group James Burton mengatakan GSMP dalam dalam beberapa tahun ke depan ada program untuk menambah breeding harimau sumatera.
“Saya berharap dalam 3 tahun ke depan tambah breeding untuk harimau sumatera. Dan ada banyak LK di Sumatera seperti Lembah Hijau, ada harimau dari alam yang lebih penting untuk breeding cepat,” kata James.
Namun pihaknya belum bisa menentukan target populasi harimau sumatera dalam program pengembangbiakan tersebut. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Korban Konflik dengan Manusia, Harimau Dewi Siundul Mati usai Dirawat Intensif
-
Belum Genap Setahun Dilepasliarkan, Harimau Sumatera 'Surya Manggala' Ditemukan Mati Menyisakan Tulang Belulang, Menyusul Saudarinya Citra Kartini
-
Seekor Harimau Sumatera Ditemukan Mati di Kebun Warga Aceh
-
Harimau Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Selatan, Camat Minta Warga Waspada
-
Sebelum Dikubur Bangkai Harimau Sumatera Dibakar
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Pemicu Konflik Anak Tuha Versi Kapolres Lampung Tengah
-
Jembatan Garuda Merah Putih di Way Bungur Jadi Harapan Baru Masyarakat
-
Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
-
Penyelundupan 98 Burung Ilegal ke Jawa Berakhir di Pelabuhan Bakauheni
-
Kunci Adik Tiri di Kamar, Pria Way Kanan Gasak Uang Rp17 Juta Milik Orang Tua