SuaraLampung.id - Bagi warga Lampung yang ingin mengamati gerhana bulan total pada Selasa (8/11/2022) bisa mendatangi sejumlah lokasi.
Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera Lampung (OAIL) menggelar pengamatan Gerhana Bulan Total di arena Lampung Fair PKOR Way Halim dan Embung C Kampus Itera.
Bagi yang tidak bisa datang, bisa melihat dari siaran langsung kanal YouTube OAIL mulai pukul 18.00-21.00 WIB.
Kepala OAIL Hakim L. Malasan mengatakan, bulan akan terbit di Bandar Lampung pada pukul 17.47 WIB dalam kondisi gerhana bulan sebagian.
Pada pukul 18.11 WIB, bulan akan masuk fase gerhana total. Puncaknya pada 18.18 WIB dan berakhir pada 18.25 WIB.
"Gerhana akan terus berlangsung dengan fase sebagian hingga pada pukul 19.52 WIB, dan akhirnya bulan akan keluar sepenuhnya dari bayangan Bumi (penumbra) pada pukul 20. 49 WIB. Di seluruh wilayah Indonesia, fenomena dapat diamati. Namun, tidak ada wilayah di Indonesia yang dapat mengamati proses terjadinya secara keseluruhan dari awal masuknya Bulan ke bayangan samar Bumi (penumbra) hingga akhir," kata Hakim, kepada Lampungpro.co--jaringan Suara.com, Jumat (4/11/2022).
Masyarakat Indonesia, kata Hakim, hanya dapat menyaksikan gerhana ini ketika bulan masuk ke dalam penumbra dan umbra Bumi.
Saat gerhana bulan total terjadi, bulan akan berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan adanya cahaya Matahari yang lolos melewati dan dibelokkan oleh atmosfer Bumi, sehingga Bulan menjadi berwarna kemerahan.
"Di Lampung, kita dapat mulai mengamati gerhana ini ketika Bulan baru terbit. Ketika itu fase gerhana pada fase puncak gerhana total,” ujar Hakim.
Pengamatan Gerhana Bulan Total untuk publik di kawasan Lampung Fair, PKOR Way Halim Bandar Lampung dilakukan secara visual menggunakan eyepiece dan teleskop katadioptrik MeadeLX-90 dengan diameter 20 cm f/10. Pada venue ini juga akan ditampilkan live streaming dari teleskop OZT-ALTS.
Sedangkan pengamatan Gerhana Bulan bersama Himpunan Mahasiswa Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera (HIMASAKA) diselenggarakan di Embung C Itera. Acara ini direncanakan dihadiri civitas akademika Itera dan umum.
Pengamatan akan menggunakan empat teleskop BarideOpticsA-102 diameter 102 mm, fokus 900 mm, secara visual menggunakan eyepiece.
Pengamatan virtual juga diselenggarakan bersama di 10 lokasi pengamatan dengan host Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) dalam acara bertajuk 'Piknik malam bersama Bloodmoon: bincang santai dan Observasi Gerhana Bulan Total'.
Acara ini akan disiarkan secara langsung di kanal Youtube POJ (https://www.youtube.com/c/PlanetariumObservatoriumJakarta).
Untuk kepentingan ini, OAIL akan menggunakan Teleskop OZT-ALTS (refraktor triplet apokromat,diameter 152 mm, panjang fokus 1200 mm, dengan kamera ZWO ASI533 MC Pro). OAIL juga akan melakukan streaming tampilan langsung teleskop melalui kanal Youtube OAIL:https://tinyurl.com/youtube-oail.
Berita Terkait
-
Warga Lampung Bisa Lihat Gerhana Bulan Total 8 November 2022, Kemenag Imbau Umat Islam Gelar Salat Gerhana
-
Tata Cara Salat Gerhana Bulan Sesuai Syariat Islam, Mulai Niat Hingga Salam Dan Khutbah
-
Gerhana Bulan Total di Seluruh Wilayah Indonesia Diprediksi Terjadi 8 November 2022
-
Dihakimi Massa Tepergok Mencuri Dinamo Diesel, Pria Ini Meninggal Dunia di Rumah Sakit
-
Puskesmas di Bandar Lampung Lakukan Surveilans Kasus Gagal Ginjal Akut Anak
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Terkini
-
Terbongkar di Pelabuhan Bakauheni 40 Kg Sabu Disembunyikan di Balik Pintu Mobil HR-V
-
Ratusan Kartrid Berisi Etomidate Senilai Rp2,3 Miliar Gagal Menyeberang di Bakauheni
-
Mobil Masuk Rawa di Kotabumi, Sopirnya Ternyata Buronan Narkoba yang Paling Dicari
-
Blokir Jalan! Aksi Sok Jagoan Gerombolan Remaja di Underpass ZA Pagar Alam Berujung Buruan Polisi
-
Manjakan Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Gelar Beragam Promo