SuaraLampung.id - Upaya keras Amalia Fujiawati memperjuangkan hak dan pengakuan anak dari Bambang Pamungkas, berbuah manis.
Kabar terkini, Mahkamah Agung (MA) mengesahkan dua anak Amalia Fujiawati sebagai anaknya bersama Bambang Pamungkas.
"Informasinya dari Pak Ali Nurdin (soal Mahkamah Agung menolak kasasi Bambang Pamungkas) jadi saya belum lihat putusannya seperti apa, tapi kalau betul bunyi putusan tersebut yang terbit tanggal 19 Agustus 2022 ya saya mengucap alhamdulillah," kata Amalia Fujiawati melalui sambungan video di kantor kuasa hukumnya, Ali Nurdin di Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2022) dikutip dari Suara.com.
Menurut Ali Nurdin,MA juga mewajibkan Bambang Pamungkas memberi nafkah kepada anak Amalia Fujiawati Rp10 juta per bulan. Hal itu cukup mengagetkan bagi Amalia.
"Sebenarnya soal nafkah itu agak surprise ya, karena dari awal kita nggak pernah mengajukan nominal spesifik," katanya.
Meski telah menang di Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung, Amalia Fujiawati masih terus berdoa agar Bambang Pamungkas legowo menerimanya. Sebab, melihat upaya penolakan mantan suami sirinya selama ini, Amalia tak yakin legenda sepak bola Indonesia itu bakal menerima putusan.
"Semoga saja yang bersangkutan bisa menerima putusan tersebut, walau saya agak tidak yakin juga sih," ujarnya pesimis.
Kasus bermula saat Bambang Pamungkas dan Amalia Fujiawati menikah siri pada 2018. Dari pernikahan itu lahir dua anak. Namun, Bambang tidak mengakui kedua anaknya itu sebagai darah dagingnya.
Amalia lantas menggugat Bambang ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel). Pada September 2021, PA Jaksel memutuskan dua anak itu bukan hasil pernikahan Bambang Pamungkas.
Tak menyerah, Amalia mengajukan permohonan banding dengan melampirkan hasil tes DNA anak kandung Bambang Pamungkas, Jane Abel dan dua anak kandung Amalia. Usahanya membuahkan hasil. Berdasarkan putusan PTA JAKARTA dengan nomor 202/Pdt.G/2021/PTA.JK Tanggal 24 Nopember 2021 02/Pdt.G/2021/PTA.JK, PTA Jakarta memutuskan kedua anak itu adalah anak Bambang Pamungkas-Amalia.
Pengadilan Tinggi juga menghukum Bambang Pamungkas untuk memberi nafkah Rp 7 juta kepada kedua anaknya. Kemudian, Bambang Pamungkas yang tidak terima mengajukan upaya kasasi. MA malah memperberat hukuman dengan mewajibkan Bambang Pamungkas memberi nafkah Rp 10 juta perbulan untuk dua anak.
Berita Terkait
-
Viral Detik-detik Istri Polisi Digerebek di Hotel Bersama Anak Kades, Publik: Nikmatnya Gak Seberapa, Malunya Luar Biasa
-
Dibiayai Shandy Purnamasari, Larissa Chou Ucap Syukur Bisa Umrah Bareng Anak
-
Bupati Kuningan Buka Bantuan PMT Untuk Penanganan Anak Stunting
-
20 Meninggal Dunia, 4 Diantaranya Anak-anak, Bekasi Kota Rawan Kecelakaan?
-
Main Pasir di Pantai, Anak Laki-laki Usia 11 Tahun Berakhir Meregang Nyawa
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Pemprov Lampung Jadikan UMKM Center Sebagai Magnet Wisata Belanja 15 Kabupaten/Kota
-
Niat ke Hajatan Berujung Petaka: Petani di Pesisir Barat Ditebas Golok Saat Hendak Bertamu
-
Syahwat Politik Berujung Bui: Menanti Sidang Perdana Eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
-
Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
-
Residivis di Pringsewu Terjang Pintu Kaca Alfamart Demi Kabur dari Kejaran Warga, Berakhir Nahas