SuaraLampung.id - Perseteruan Gus Samsudin dengan Pesulap Merah membuat kegaduhan di tengah masyarakat utamanya di media sosial.
Atas munculnya kegaduhan itu, Gus Samsudin akhirnya meminta maaf dan berharap kasusnya dengan Pesulap Merah berakhir damai.
Gus Samsudin sudah ingin mengakhiri keributan antara dirinya dengan Pesulap Merah yang berdampak juga ke sejumlah pihak.
"Saya atas nama pribadi memohon maaf untuk semua masyarkat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi. Sudahlah, ada banyak masalah yang harus kita selesaikan, bukan hanya masalah seperti ini. Semoga kegaduhan ini berhenti dan tak berjanjut lagi," kata Gus Samsudin, mengutip dari video Cumcumi yang diunggah Senin (29/8/2022).
Gus Samsudin sendiri mengaku tak menyangka kasusnya dengan Pesulap Merah merembet ke mana-mana. Selain itu, permintaan maaf ini juga disarankan oleh salah seorang guru.
"Saya juga kaget dan heran masalahanya sampai berkembang ke mana-mana. Makanya saya dapat teguran dari kyai saya, 'sudah diam tidak usah menjelaskan apapun'. Karena kita menjelaskan, orang yang benci kita tidak membutuhkan itu. Jadi ya sudahlah diam saja tidak usah diperpanjang, damai-damai saja," ucap Gus Samsudin dikutip dari Suara.com.
Sementara itu, Pesulap Merah menolak untuk berdamai dengan para dukun.
Pemilik nama asli Marcel Radhival ini tak terima para dukun menyebut pesulap melakukan aksi tipu-tipu saat beratraksi memakai kaca, beling, dan paku.
"Karena begini, yang saya enggak terima, banyak sekali dukun-dukun di YouTube yang mendiskreditkan sulap dengan bilang si pesulap makan kaca dan paku tapi kaca dan pakunya dari kue. Sumpah demi Allah, dari dulu nggak ada pesulap makan beling, tapi belingnya dari kue," ujar Pesulap Merah, mengutip dari sebuah video di akun TikTok @ibaratkataaa.
Baca Juga: Gus Samsudin Minta Maaf Ingin Damai, Pesulap Merah Lanjutkan Kasus dengan Para Dukun
"Faktanya enggak ada. Maka dari itu abang perlu hati-hati ketika tidak mengetahui hal tersebut. Semua yang saya ucapkan adalah yang bener-bener saya tahu," imbuhnya.
Seperti diketahui, Pesulap Merah dilaporkan dua pihak sekaligus. Pertama oleh Gus Samsudin di Polda Jatim. Sementara persatuan dukun se-Indonesia melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Bila kedua kasus tersebut tidak masuk delik, Pesulap Merah akan melaporkan Balik Gus Samsudin dan persatuan dukun se-Indonesia.
Berita Terkait
-
Gus Samsudin Minta Maaf Ingin Damai, Pesulap Merah Lanjutkan Kasus dengan Para Dukun
-
Ngaku Sebagai Cucu Mbah Priok, Jindan Al-Habsyi Minta Maaf, Warganet: Klarifikasi Habib Asli Atau Palsu
-
Viral Gus Samsudin Ungkap Permintaan Maaf dan Keinginan Damai, Netizen Protes: Baju Orens Dulu Baru Berakhir
-
Video Viral Gus Samsudin Meminta Maaf dan Ungkap Keinginan Damai, Tanda Konflik dengan Pesulap Merah Berakhir?
-
Jangan Kaget! Pesulap Merah Pernah Lakukan Pekerjaan Ini selama 3 Tahun
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Evakuasi Dramatis Pemuda yang Memanjat Menara Telekomunikasi di Way Kandis
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Jejak Geng Kelelawar Ulu Belu: 30 Kali Bobol Toko Hingga Kotak Amal, 4 Tersangka Diringkus
-
Skandal Faktur Pajak Fiktif Berujung Bui di Lampung
-
Kepala Toko Ikan Asin di Lampung Tengah Gondol Rp176 Juta di Brangkas, Berakhir di Penjara