Tasmalinda
Senin, 08 Agustus 2022 | 15:07 WIB
Camat Payakumbuh Timur dicopot usai konten ala-ala Citayam Fashion Week buatannya dikecam MUI. [Instagram/@lambe_turah]

SuaraLampung.id - Seorang camat cantik di Sumatera Barat menjadi korban akibat demam Citayem Fashion Week. Dia dicopot dari jabataannya usai berlenggak lenggok mirip Citayem Fashion Week.

Curahan hati atau curhat Camat Payahkumbuh Timur kemudian viral di media sosial. Curhat pencopotan tersebut diungkapkan Camat di TikTok @dewi.centong. Kisah ini kemudian diviralkan oleh Instagram @lambe_turah

Mulanya mantan Camat ini mengungkapkan aksinya meniru Citayem Fashion Week dikomentari MUI dan kemudian membuatnya tidak lagi menjabat sebagai Camat. Begini kisah pemecatan Camat cantik gegara meadopsi Citayem Fashion Week di daerahnya.

"Karier yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen MUI yang sangat tidak objektif," kritik Dewi.

"Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pernah ikutan membuat video viral ala-ala Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week," ujarnya, Minggu (7/8/2022).

"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," sambungnya.

Kecaman oleh MUI Kota Payakumbuh yang membuat karirnya bermasalah.

"Dengan melaporkan aku ke Wali Kota Payakumbuh dan akhirnya aku diberhentikan jadi Camat di Payakumbuh Timur."

"Terima kasih MUI Kota Payakumbuh, sudah membuat hancur semua impian aku. Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak di komen sama sekali," sambungnya.

Baca Juga: BUMN dan Maspro Sumbagsel Dukung Lampung Jadi Lumbung Pangan Nasional

Akun @lambe_turah juga menunjukkan konten catwalk yang diunggah Dewi. Tampak juga bunyi kritik MUI terhadap Camat cantik ini.

"Jika ibu bermaksud untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, maka tidaklah dengan cara 'murahan' ala anak-anak Citayam itu," kritik MUI Payakumbuh kepada sang camat.

"Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat," tutur MUI Payakumbuh mengusulkan.

"Dari sinilah Iwi terinspirasi buat ala-ala itu yang lagi viral, namun bukan di Jakarta sana, cukup di Simpang Benteng aja, yang mana Simpang Benteng juga salah satu tempat bersejarah di Kota Payakumbuh dengan menampilkan Tenun Balai Panjang," jelas Dewi di keterangan unggahannya.

Camat Payakumbuh dicopot. [Dok.Istimewa]

MUI Payakumbuh juga menyoroti gaya berpakaian Dewi meski yang bersangkutan telah mengenakan jilbab. "Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari'at (QS al-Ahzab: 33)," sambungnya.

"Jika ibu bermaksud untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, maka tidaklah dengan cara 'murahan' ala anak-anak Citayam itu pakaian Bundo Kanduang di Ranah Minang ini dipromosikan," kata MUI Payakumbuh melanjutkan.

Load More