Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:10 WIB
Ilustrasi Gajah. Gajah liar rusak kebun jagung warga di Lampung Timur. [Biro Pers Istana]

Jika tidak dilakukan penjagaan sudah bisa dipastikan tanaman masyarakat habis dimakan gajah liar asal hutan TNWK.

Sementara saat ini tanaman jagung sejumlah petani Desa Taman Fajar sedang masuk fase buah muda (janten), yang merupakan fase sangat d sukai rombongan gajah liar.

Konflik gajah liar dan petani di Lampung Timur khususnya desa penyangga hutan sering terjadi dan tidak ada solusi apapun.

Ironisnya pihak Balai TNWK tidak pernah memberikan kompensasi apapun terhadap petani yang tanamannya dirusak gajah liar.

Baca Juga: Rajut Keharmonisan Gajah Sumatera Dan Manusia Lewat Dongeng Dan Film

Kepala SPTN II Balai TNWK Nazarudin mengakui hampir setiap malam rombongan gajah liar selalu ada di pinggir hutan.

Untuk mengantisipasi gajah liar masuk ke lokasi tanaman petani, sejumlah petani dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) selalu melakukan penjagaan.

"Kalau pas kita lelah tidur di gubuk atau pas hujan, waktu-waktu tersebut kami sering kecolongan, tidak tau kalau gajah sudah masuk di peladangan dan merangsek tanaman," kata Nazarudin.

Terkait dengan ganti rugi tanaman kepada petani yang terdampak oleh gajah liar, Nazarudin menjelaskan, bahwa pihak balai tidak memiliki atau menganggarkan ganti rugi tanaman petani yang dirusak gajah.

"Dari dulu memang tidak ada anggaran untuk ganti rugi tanaman yang dirusak gajah liar, tapi kami turut serta membantu petani melakukan penjagaan," ucap Nazarudin.

Baca Juga: Nunik Sedang Sambutan, Tiba-tiba Ratusan Guru PAUD Lampung Timur Bentangkan Poster dan Teriak: Naikkan Insentif

Kontributor : Agus Susanto

Load More