SuaraLampung.id - Bupati Lampung Timur Dawam Raharjo mengadakan pertemuan dengan pimpinan PHE OSES membicarakan pencemaran limbah di perairan Lamung Timur, pada Rabu (20/07/2022) di Jakarta.
Dalam pertemuan itu hadir sejumlah pejabat Pemkab Lampung Timur antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Kepala Bapenda dan Camat Labuhan Maringgai.
Dalam pertemuan tersebut, General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, memberikan update penanganan kebocoran pipa bawah laut yang telah diselesaikan dan upaya yang telah dilakukan untuk meminimalkan dampak yang terjadi.
Dalam tanggapannya, Pemerintah Lampung Timur memberikan apresiasi atas upaya maksimal yang telah dilakukan PHE OSES dalam melakukan pembersihan dengan cepat dan melibatkan masyarakat setempat.
“Kami mengapresiasi gerak cepat PHE OSES dalam melakukan pembersihan dan tetap meminta perusahaan untuk menuntaskan pembersihan sekaligus memastikan hal yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Timur Andi Kristianto.
Bupati Lampung Timur, Dawam Rahardjo mengatakan, koordinasi dan kerja sama penting untuk dilanjutkan melalui komunikasi satu pintu supaya efektif.
“Monitoring terhadap wilayah terdampak agar tetap dilakukan guna memastikan pembersihan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
PHE OSES berkesempatan memberikan paparan terkait kegiatan operasional perusahaan termasuk kontribusi yang diberikan.
“Beberapa program pemberdayaan masyarakat telah dijalankan oleh PHE OSES yakni renovasi sekolah dan prasarana berbasis komputer untuk mendukung pembelajaran. Di bidang kesehatan, perusahaan mendorong peningkatan fasilitas kesehatan dalam mencegah dan menanggulangi bahaya stunting di Labuhan Maringgai,” kata Senior Manager Regional Jawa Agus Suprijanto.
Baca Juga: Alasan Kemanusiaan, Nikita Mirzani Hanya Dikenai Wajib Lapor
Pemerintah Lampung Timur mendukung penuh operasi PHE OSES dengan tetap menjalin kerja sama dalam menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat setempat.
“Program yang selama ini dilakukan diharapkan dapat terus dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan masyarakat”, ujar Camat Labuhan Maringgai, Agustinus Tri Handoko.
PHE OSES juga berupaya melestarikan kearifan lokal dengan mendukung kegiatan syukuran Nyadran serta berkomitmen dalam menjalankan program pelestarian lingkungan berupa penanaman mangrove di Labuhan Maringgai.
“Masyarakat ikut terlibat dalam pembibitan mangrove, untuk menumbuhkan rasa memiliki dengan turut merawat mangrove tersebut,” pungkas Agus Suprijanto. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Alasan Kemanusiaan, Nikita Mirzani Hanya Dikenai Wajib Lapor
-
Berkasus dengan Nikita Mirzani, Dito Mahendra Mengaku Alami Kerugian Reputasi
-
Dito Mahendra Ngotot Penjarakan Nikita Mirzani, Ini Penyebabnya
-
Kena Dugaan Pencemaran Nama Baik, Pengacara Dito Mahendra Sebut Nikita Mirzani Bisa Terancam 12 Tahun Penjara
-
Saluran Air di Area Balai Kota Jakbar Hitam Pekat dan Berbusa, Sudin Lingkungan Hidup: Detergen Pemukiman Warga
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu