SuaraLampung.id - Berikut ini jadwal imsakiyah Kota Bandar Lampung Minggu 10 April 2022 atau hari ke-8 Ramadhan 1443 H.
Puasa di bulan ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dikerjakan umat Islam. Ibadah puasa dimulai dari fajar hingga terbenamnya matahari.
Dalam ibadah puasa di bulan ramadhan, umat Islam disunahkan melakukan ibadah makan sahur. Makan sahur biasanya dilaksanakan di waktu sebelum subuh.
Ketika sudah masuk waktu salat subuh, maka umat Islam sudah mulai berpuasa.
Berikut ini adalah jadwal imsakiyah Kota Bandar Lampung Minggu 10 April 2022.
IMSAK 04:35
SUBUH 04:45
TERBIT 05:57
DUHA 06:24
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Salat Selama Ramadhan untuk Wilayah Banyuwangi, Minggu 10 April 2022
ZUHUR 12:04
ASAR 15:20
MAGRIB 18:04
ISYA' 19:13
Itulah jadwal imsakiyah Kota Bandar Lampung Minggu 10 April 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Tempat Karaoke di Lampung Timur Ditutup Permanen, Pemilik Kecewa, Nilai Pemerintah Tebang Pilih
-
10 Hotel Bukber di Lampung dengan View Laut, Update Harga dan Promo Terbaru
-
Digerebek Dini Hari, Pemilik Karaoke dan Pelanggan Ditangkap Saat Asyik Pesta Sabu
-
Niat Mandi Puasa Ramadhan 2026 untuk Sebulan: Bacaan Arab, Latin, Artinya dan Tata Cara Lengkap
-
'Hilang Huma(n)': Ketika KoBer Membaca Krisis Pangan sebagai Krisis Peradaban