Tasmalinda
Senin, 04 April 2022 | 09:38 WIB
Ilustrasi pelaku Industri kecil menegah (IKM) saat ikut dalam kegiatan Bangga Buatan Indonesia (BBI) [ANTARA]

SuaraLampung.id - Pemerintah Kota Bandar Lampung mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menggunakan sistem digitalisasi pasar dalam menawarkan produknya.

"Dengan cara itu tentunya akan mempermudah kegiatan perdagangan, bertransaksi serta dapat meningkatkan pelayanan," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kota Bandarlampung, A Budiman P Mega, di Bandarlampung, Minggu.

Digitalisasi pedagang akan lebih mudah dan efisien dalam menjalankan usahanya serta memperluas pasar ke berbagai daerah dengan waktu yang cepat.

Pada era digitalisasi ini, memasarkan produk melalui berbagai platform marketplace ataupun media sosial merupakan salah satu strategi dalam mencapai target pemasaran. 

"Apabila pasar digital ini dimanfaatkan dengan baik, tentunya akan memudahkan mereka menjalankan usahanya dan memperluas pasar tidak hanya ditingkat regional, nasional maupun internasional," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan bahwa dalam mendukung pelaku UMKM masuk ke digitalisasi pasar pemkot setempat telah menjalin kerjasama dengan salah satu marketplace yang telah ada.

"Selain itu kami juga mengarahkan para pelaku UMKM memanfaatkan e-commerce yang tersedia saat ini, tidak hanya marketplace yang bekerjasama dengan pemkot," katanya.

Guna produk-produk UMKM ini masuk ke digitalisasi pasar, pemkot pun pernah mencoba membuat aplikasi, namun tidak berjalan dengan efektif sebab yang membukanya tidak banyak. (ANTARA)

Baca Juga: Kasus Positif COVID-19 Lampung Bertambah 45 Orang, Didominasi dari Kota Bandar Lampung

Load More