SuaraLampung.id - Taylor Hawkins, drummer grup rock Foo Fighters, meninggal dunia.
Taylor Hawkins meninggal pada usianya yang ke-50, demikian keterangan perwakilan dari band dikutip dari Variety pada Sabtu.
Tak ada keterangan detil terkait penyebab kematian Taylor Hawkins, namun dipastikan Hawkins sedang mempersiapkan penampilannya di Bogota, Colombia pada Jumat (25/3/2022) malam.
"Keluarga Foo Fighters hancur dengan kehilangan tragis yang terlalu dini dari orang yang kami cintai Taylor Hawkins. Semangat musikal dan tawanya akan abadi bersama kami. Hati kami tertuju untuk istri, anak, dan keluarganya, dan kami meminta (penggemar) untuk menghormati privasi mereka dalam situasi sulit yang tak terbayangkan ini," tulis Foo Fighters dalam unggahan media sosial dikutip Jumat.
Hawkins yang merupakan elemen kunci dari suara dan citra Foo Fighters, telah meninggalkan seorang istri bernama Alison dan tiga orang anak.
Sebelum bergabung dengan Foo Fighters, Hawkins sempat menjadi drummer Alanis Morissette pada 1995 hingga 1997.
Dia disebut sebagai seorang drummer yang imajinatif dan rock-solid, ia memiliki tugas bermain drum yang tampaknya tanpa pamrih di belakang vokalis gitaris Foo Fighters Dave Grohl, yang merupakan salah satu drummer terhebat dalam sejarah rock.
Hawkins mengisi peran itu dengan penuh percaya diri, membawa gayanya sendiri yang keras, dan mengisi suara rock tanpa mencoba meniru Grohl.
Dia juga seorang penyanyi yang handal dan sering turut mengisi suara selama konser dan kerap menggarap versi cover (seperti kolaborasi pada 2008 dengan Led Zeppelin Jimmy Page dan John Paul Jones, saat Grohl berganti peran dengannya dan menjadi drummer). Dia juga menulis banyak lagu untuk band itu.
Baca Juga: Foo Fighters Gondol Kerrang! Awards, ini Pidato Kocak Dave Grohl
Lahir dengan nama Oliver Taylor Hawkins di Fort Worth, Texas, pada tahun 1972 keluarga Hawkins pindah ke Laguna Beach, California ketika dia berusia empat tahun dan dia dibesarkan di sana.
Setelah bermain dengan beberapa band saat remaja, ia menjadi drummer penyanyi rock Sass Jordan, kemudian bergabung dengan Morissette dalam tur album “Jagged Little Pill” di tahun 1995. Hawkins bermain dengan Morissette hingga Maret 1997.
Hawkins telah menjadi anggota band Foo Fighters dan berpartisipasi dalam delapan album studio, yang terbaru adalah “Medicine at Midnight” yang dinominasikan Grammy pada 2021. Hawkins juga teragabung dalam ratusan konser Foo Fighters dan banyak proyek sampingan yang dipimpin Grohl.
Salah satu proyek yang terkenal adalah aksi parodi sebagai bentuk penghormatan terhadap grup musik Bee Gees.
Hawkins menderita overdosis heroin pada tahun 2001 dan koma selama dua minggu, meskipun dia menganggapnya sebagai kecelakaan dan mengatakan kepada media massa bahwa dia "banyak berpesta" tetapi tidak kecanduan.
Pada tahun 2006, Hawkins merilis LP self-titled dengan proyek sampingannya, Taylor Hawkins and Coattail Riders.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong