SuaraLampung.id - Dinkes Provinsi Lampung menyatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis dua terkendala karena adanya warga yang komorbid.
"Pelaksanaan vaksinasi dosis dua ini sangat sulit dalam mencari sasaran vaksinasi," kata Kepala Dinkes Provinsi Lampung Reihana, melansir Antara, Rabu (9/2/2022).
Kendala yang terjadi seperti banyaknya masyarakat yang memiliki komorbid (penyakit bawaan).
"Selain banyak yang memiliki komorbid, juga banyak masyarakat yang jarak antara vaksinasi satu dan dua belum mencukupi," katanya lagi.
Meskipun banyak kendala tersebut, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan percepatan vaksinasi dosis dua.
"Dosis satu sudah kami coba agar memenuhi target, dan saat ini untuk vaksinasi dosis dua akan dilakukan percepatan dan kami kejar terus agar dapat mencapai target yang telah diberikan," katanya.
Langkah percepatan vaksinasi dosis dua akan dilakukan dengan mengejar target vaksinasi kelompok rentan.
"Vaksinasi dosis dua bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak akan dikejar sampai target lebih dari 70 persen. Tapi untuk vaksinasi lansia memang agak sulit, sebab banyak sekali yang memiliki kendala kesehatan," tukasnya.
Baca Juga: Dinas Perdagangan Sebut Warga Sulsel Panik, Penyebab Stok Minyak Goreng Selalu Habis di Toko
Berita Terkait
-
Uji Klinis Vaksin Merah Putih di RS dr Soetomo Surabaya, Rektor Unair: Ini Vaksin Halal Pertama
-
Menko Muhadjir Nama Vaksin Merah Putih Hanya Sementara, Keputusan di Tangan Jokowi
-
Menkes Budi: Presiden Jokowi Targetkan Vaksin Merah Putih Bisa Diekspor Ke Luar Negeri
-
Menkes Budi Targetkan Vaksin Merah Putih Bisa Disuntikkan Ke Anak Usia 3-6 Tahun
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
7 Amalan Wanita Haid di Malam Nisfu Syaban Agar Tetap Meraih Berkah
-
Malam Ini Jangan Terlewat: Niat & Tata Cara Sholat Sunnah Nisfu Syaban di Rumah
-
Puluhan Rumah Tertimbun Longsor di Cisarua, BRI Hadir Ringankan Beban Korban
-
BFLP Specialist 2026, Upaya BRI Mengembangkan Human Capital Unggul Indonesia
-
Orang Tua Wajib Cek! Promo Susu & Popok Balita Indomaret Diskon hingga 25 Persen