SuaraLampung.id - Para petempur Taliban dilarang membawa senjata mereka di taman-taman hiburan di Afghanistan.
Kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya Taliban untuk menampilkan gambaran yang lebih ramah sebagai penguasa baru Afghanistan.
Petempur Taliban, yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam perang melawan pemerintah dukungan Amerika Serikat, memenuhi taman-taman hiburan di berbagai kota di Afghanistan sejak mereka merebut kekuasaan pada Agustus.
"Mujahidin Emirat Islam tidak diperbolehkan memasuki taman-taman hiburan bersama senjata, seragam militer dan kendaraan," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter.
"(Mereka) wajib mematuhi semua aturan dan regulasi di taman-taman hiburan."
Taliban dikenal sebagai kelompok anti kompromi dan sering menerapkan hukum mereka yang keras secara brutal ketika pertama kali berkuasa pada 1996-2001.
Namun sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus, mereka mencoba menunjukkan wajah yang lebih moderat kepada rakyat Afghanistan dan masyarakat dunia, ketika pemerintahan sementara mereka berjuang menghadapi krisis kemanusiaan.
Tempat yang menarik bagi para petempur Taliban adalah salah satu taman hiburan terbesar di Kabul dan sebuah taman di pinggir waduk Qargha, di pinggiran barat kota itu.
Sambil menenteng senjata otomatis, mereka antre untuk menaiki komidi putar dan ayunan kapal bajak laut, sementara pengunjung biasa memandang mereka dengan gugup.
Baca Juga: Taliban Pastikan Mahasiswi Afghanistan Bisa Kuliah Lagi, Kampus-kampus Bakal Kembali Dibuka
Sebagian besar petempur yang berbicara dengan Reuters mengaku belum pernah mengunjungi Kabul sebelum Taliban merebut ibu kota itu pada 5 Agustus.
Beberapa di antara mereka mengaku sangat ingin mendatangi taman hiburan itu sebelum ditugaskan kembali ke daerah lain. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Diduga Rem Blong, Fuso Oranye 'Sapu' Antrean Kendaraan di Jalan Pramuka: Korban Dilarikan ke RS
-
Truk Ekspedisi Mundur Mendadak di Bandar Lampung: Hantam Pom Mini, Warung Kelontong Ludes Terbakar
-
Skandal Korupsi Masjid Agung Mesuji dan Kredit Fiktif Rp6,7 Miliar Dibongkar Polda Lampung
-
139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus
-
Dirawat Sejak Masih Telur, Buaya Peliharaan di Panjang Dievakuasi karena Bikin Tetangga Waswas