Wakos Reza Gautama
Rabu, 02 Februari 2022 | 19:10 WIB
Ilustrasi Para pejuang Taliban berdiri di samping wahana komidi putar di sebuah taman bermain di Danau Qargha, Kabul, Afghanistan, pada (28/9/2021). Taliban larang petempurnya bawa senjata api ke taman hiburan. [WAKIL KOHSAR / AFP]

SuaraLampung.id - Para petempur Taliban dilarang membawa senjata mereka di taman-taman hiburan di Afghanistan.

Kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya Taliban untuk menampilkan gambaran yang lebih ramah sebagai penguasa baru Afghanistan.

Petempur Taliban, yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam perang melawan pemerintah dukungan Amerika Serikat, memenuhi taman-taman hiburan di berbagai kota di Afghanistan sejak mereka merebut kekuasaan pada Agustus.

"Mujahidin Emirat Islam tidak diperbolehkan memasuki taman-taman hiburan bersama senjata, seragam militer dan kendaraan," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di Twitter.

"(Mereka) wajib mematuhi semua aturan dan regulasi di taman-taman hiburan."

Taliban dikenal sebagai kelompok anti kompromi dan sering menerapkan hukum mereka yang keras secara brutal ketika pertama kali berkuasa pada 1996-2001.

Namun sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus, mereka mencoba menunjukkan wajah yang lebih moderat kepada rakyat Afghanistan dan masyarakat dunia, ketika pemerintahan sementara mereka berjuang menghadapi krisis kemanusiaan.

Tempat yang menarik bagi para petempur Taliban adalah salah satu taman hiburan terbesar di Kabul dan sebuah taman di pinggir waduk Qargha, di pinggiran barat kota itu.

Sambil menenteng senjata otomatis, mereka antre untuk menaiki komidi putar dan ayunan kapal bajak laut, sementara pengunjung biasa memandang mereka dengan gugup.

Baca Juga: Taliban Pastikan Mahasiswi Afghanistan Bisa Kuliah Lagi, Kampus-kampus Bakal Kembali Dibuka

Sebagian besar petempur yang berbicara dengan Reuters mengaku belum pernah mengunjungi Kabul sebelum Taliban merebut ibu kota itu pada 5 Agustus.

Beberapa di antara mereka mengaku sangat ingin mendatangi taman hiburan itu sebelum ditugaskan kembali ke daerah lain. (ANTARA)

Load More