SuaraLampung.id - Dua ganda campuran Indonesia pasangan Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja harus keluar dari pelatnas PBSI Cipayung.
Keluarnya Praveen / Melati dan Hafiz / Gloria dari pelatnas dibenarkan pelatih ganda campuran bulu tangkis nasional Nova Widianto.
Menurut Nova, paling tidak ada empat alasan mengapa ganda campuran yang masing-masing berada di peringkat lima dan kesebelas dunia itu tak lagi di bawah asuhan PP PBSI.
"Benar ya, Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria tidak di Pelatnas tahun ini. Ada beberapa parameter, yang pasti dari prestasi satu dua tahun belakangan. Lalu faktor usia, berapa lama di Pelatnas, dan terakhir soal karakter," kata Nova menjelaskan dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (28/1/2022).
Baca Juga: PBSI Panggil 88 Atlet Gabung Pelatnas Cipayung
Dari segi prestasi, kedua pasangan belum bisa membuahkan hasil maksimal dan tidak memenuhi target dari pelatnas.
Selain itu, kedua pasangan juga sudah cukup lama berada di Cipayung sehingga ada pertimbangan untuk memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk naik tingkat.
Sementara untuk Praveen/Melati, Nova melihat mereka tidak bisa melampaui gelar All England yang mereka dulang di 2020.
Padahal PBSI menaruh harapan lebih tinggi setelah pencapaian itu, namun sayangnya tidak ada kemajuan hingga musim 2021 ditutup dengan gelaran Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali.
"Setelah mereka memang harus ada regenerasi. Kami tahu memang tidak akan mudah bagi yang muda untuk mengejar, tapi mereka juga harus siap. Mudah-mudahan di Olimpiade 2024 kami bisa ikut dan meraih medali," ujar Nova.
Baca Juga: Apriyani Rahayu akan Bermain dengan Dua Partner Berbeda Tahun Ini
Pernyataan Nova terkait dengan regenerasi juga berkaitan dengan keinginan PBSI untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada pemain muda untuk berprestasi di jenjang atas.
Nova pun berharap pasangan muda selanjutnya punya rasa tanggung jawab dan mampu menjadi ujung tombak jika diperlukan.
"Kami harap anak-anak ini punya motivasi yang tinggi, punya jiwa pejuang dan tidak mudah menyerah untuk menjadi juara. Memang tahun ini banyak pemain muda, jelas tidak mudah. Tapi saya optimistis," kata Nova. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Polish Open 2025: Peluang Rehan/Gloria Sabet Gelar Perdana
-
Epic Comeback, ReGlo Kembali Permalukan Ganda Malaysia di All England 2025
-
Orleans Masters 2025: Juara Baru Lahir, Korea Selatan Borong 3 Gelar
-
Kalah di Final Orleans Masters 2025, Rehan/Gloria Alihkan Fokus ke All England
-
Jadwal Laga Final Orleans Masters 2025, Terjadi All Korean di Ganda Putri
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Wanita Muda Dihabisi Suami di Kontrakan Bakauheni, Pengakuan Pelaku Bikin Geram
-
Damkar Lampung Selatan Buka Sayembara Berhadiah untuk Penangkapan Buaya di Pantai Kalianda
-
Kakak Beradik Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Bawang Latak Tuba
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan