SuaraLampung.id - Vihara tertua di Lampung Thay Hin Bio akan menggelar ibadah Hari Raya Imlek 2573 Kongzili pada pekan depan. Pelaksanaan ibadah kali ini masih dibatasi agar tidak terjadi kerumunan.
Pengurus Vihara Thay Hin Bio, Viria mengatakan, dalam pelaksanaan ibadah Imlek tahun ini masih akan dilakukan pembatasan guna mencegah persebaran COVID-19 varian baru Omicron.
"Untuk mekanisme ibadah masih sama seperti tahun lalu karena pandemi COVID-19 belum usai, jadi untuk umat yang melakukan puja bakti di ruang Bhaktisala dilakukan secara bergantian per 15 orang," katanya, Rabu (26/1/2022) dikutip dari ANTARA.
Ia melanjutkan, untuk mencegah adanya persebaran COVID-19 di tempat ibadah, telah disiapkan pula penerapan protokol kesehatan seperti menyediakan area tunggu bagi umat, melakukan wajib masker, jaga jarak, pengukuran suhu dan menyediakan sarung tangan bagi umat.
Baca Juga: Meski Ada Ribuan Lampion, Masyarakat Tionghoa di Kota Solo Pastikan Imlek Digelar Secara Sederhana
"Sudah disiapkan area tunggu untuk umat agar bisa bergantian masuk ruang Bhaktisala, lalu disediakan juga sarung tangan agar mengurangi sentuhan fisik saat mengambil dupa, wajib masker, pengukuran suhu juga dilakukan," ucapnya.
Menurutnya, perayaan Imlek pada tahun sebelum pandemi COVID-19 berlangsung identik dengan atraksi barongsai, namun kali ini atraksi tersebut ditiadakan untuk sementara waktu.
"Untuk mencegah terjadinya kerumunan, atraksi barongsai dan juga stan makanan minuman ditiadakan sementara waktu saat Imlek beberapa waktu ke depan," katanya.
Ia mengatakan, beragam hal yang telah di persiapkan oleh tempat ibadah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi umat untuk mengantisipasi persebaran COVID-19 karena adanya hari raya keagamaan.
"Ini bentuk untuk mengantisipasi persebaran COVID-19 di tempat ibadah, umat juga diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan secara baik," ucapnya. (ANTARA)
Baca Juga: 8 Larangan saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2022, Salah Satunya Jangan Sarapan Bubur
Berita Terkait
-
Sejarah Cap Go Meh, Tradisi 2000 Tahun dari Ritual Kuno Hingga Festival Lampion
-
Semarak Perayaan Pawai Cap Go Meh di Pecinan Glodok
-
Intip Nasib Shio Ayam, Kerbau, dan Tikus yang Dibilang Gibran Paling Beruntung di 2025, Apa Benar?
-
Meriahkan Penutupan Imlek 2025 Bersama Nasabah di Jakarta, Bank Mandiri Perkuat Layanan dan Inovasi Digital
-
Tak Hanya Komitmen Jaga Keberagaman Umat, Untar Ingin Berikan Kontribusi dan Melangkah Maju di Dunia Pendidikan
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Talud Ambruk Picu Banjir di Campang Jaya, Pemkot Bandar Lampung Gercep Perbaiki
-
Puncak Arus Balik Diprediksi 5-7 April 2025, Ini Strategi Polda Lampung Antisipasi Kemacetan
-
Libur Lebaran di Lampung Selatan: Pantai Padat, Buaya Gentayangan
-
Tragedi Pantai Umbar Tanggamus: Ayah Hanyut Ditemukan Meninggal, Anak Selamat dari Maut
-
Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan pada Arus Milir di Pelabuhan Bakauheni