SuaraLampung.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR meminta ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) harus diperbaiki yakni Ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dan Ruas Tol Kayu Agung – Palembang - Betung dengan kualitas dan teknologi terbaik.
"Ada beberapa hal yang dimintakan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada kami, pertama bahwa struktur jalan yang diperbaiki harus dengan kualitas dan teknologi terbaik," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit di Jakarta, Senin.
Menteri PUPR meminta dilakukannya evaluasi berkelanjutan guna rekonstruksi beberapa ruas dengan merujuk evaluasi para ahli Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga.
"Kemudian yang ketiga, arahan lain adalah soal pengaturan pelaksanaan ini harus betul-betul ditepati sesuai jadwal waktu, dan jadwal waktu yang telah diputuskan adalah pada April 2022. Dengan demikian seluruh ruas dari Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dan Ruas Tol Kayu Agung – Palembang - Betung itu harus dituntaskan dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100 persen pada April 2022," katanya.
"Kami juga mendapatkan instruksi bahwa selama rekonstruksi, penyesuaian tarif yang sudah disampaikan terutama untuk ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung yang sudah masuk ke kami pada Desember 2021, itu akan diberikan setelah pemenuhan SPM jalan tol dilaksanakan," kata Kepala BPJT.
Nanti pada bulan April ketika selesainya kegiatan rekonstruksi, maka BPJT, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengecek kembali apakah SPM untuk ruas tol yang dilakukan rekonstruksi sudah selesai.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau kondisi Jalan Tol Trans Sumatera ruas Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung di Provinsi Lampung dan sebagian ruas Kayu Agung - Palembang - Betung (Kapalbetung) di Sumatera Selatan.
Menteri Basuki menginstruksikan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku pengelola jalan tol fokus pada perbaikan jalan tol yang mengalami kerusakan agar standar pelayanan minimal (SPM) Jalan Tol
Ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung - hingga Kramasan - Palembang sepanjang 360 km merupakan lanjutan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah beroperasi sejak Maret 2019. Pembangunan tol bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan dan dari Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu masuk Pulau Sumatera ke timur Sumatera. (ANTARA)
Baca Juga: Berkedok Ritual agar Tidak Meninggal Dunia, Ayah Tiri di Lampung Timur Rebut Kesucian Anak
Tag
Berita Terkait
-
Viral Kecelakaan Mahasiswi di Jalan Tol, Warganet Bandingkan Tol Sumatera dan Tol Jawa
-
Lakalantas di Tol Palembang-Lampung, Supir Pajero Tewas di Tempat
-
Libur Natal dan Tahun Baru, Lebih 1 Juta Kendaraan Melintas di Tol Sumatera
-
Sejuta Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera Selama Libur Nataru
-
Pemkab Kuansing Optimis Ruas Tol Trans Sumatera Lewati Wilayahnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah